BRI Bagikan Dividen Terbesar 52,1 Triliun di Bawah Supervisi Danantara

ILUSTRASI, BRI membagikan dividen tunai terbesar sebesar Rp52,1 triliun dari laba tahun buku 2025. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 14:28:47 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mempertegas komitmennya dalam memperkuat transformasi bisnis serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional di bawah pengawasan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp 52,1 triliun yang berasal dari laba tahun buku 2025. Jumlah tersebut mencatatkan dividen terbesar dalam sejarah perseroan.

Langkah ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Dividen yang diberikan setara Rp346 per saham, yang bersumber dari laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp56,65 triliun. 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebutkan, kehadiran Danantara menjadi momentum bagi perseroan untuk mengakselerasi transformasi sekaligus memperkuat peran BRI dalam mendukung program strategis pemerintah.

"BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung program strategis nasional," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Hery menegaskan bahwa keberhasilan BRI tidak hanya diukur dari pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga kontribusinya terhadap pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas.

Laba dan kredit tumbuh dua digit 

Kinerja BRI mencatatkan pertumbuhan positif pada awal 2026. Hingga kuartal I-2026, perseroan meraih laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, meningkat 13,7% secara tahunan (year-on-year/YoY). 

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) naik 9,4% YoY menjadi Rp1.555 triliun.

BRI juga berhasil memperbaiki struktur pendanaan. Hingga Maret 2026, dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai Rp1.058,6 triliun, tumbuh 13,2% YoY. 

Peningkatan ini mendorong rasio CASA menjadi 68,07% serta menekan biaya dana (cost of fund/CoF) menjadi 2,3%, dari 3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Penguatan CASA menurut perseroan didorong oleh meningkatnya transaksi melalui kanal digital seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.

Percepat transformasi 

Terkait transformasi, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang difokuskan pada penguatan bisnis inti, digitalisasi, peningkatan produktivitas, efisiensi, dan pengembangan sumber pertumbuhan baru. Transformasi ini juga diperkuat melalui peluncuran identitas korporasi baru pada akhir 2025 dengan slogan "Satu Bank untuk Semua".

Perkuat pembiayaan UMKM dan sektor produktif 

BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong ekonomi kerakyatan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87% dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun. 

Sebanyak 67,18% dari penyaluran tersebut mengalir ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun.

Di sektor perumahan, hingga akhir Mei 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) sebesar Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Perseroan bahkan menaikkan target penyaluran KPP tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.

Selain itu, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43.000 klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.

Sementara itu, kontribusi anak usaha terhadap kinerja grup juga terus meningkat. Hingga kuartal I-2026, entitas anak BRI membukukan laba Rp3,89 triliun, setara 25,1% dari total laba bersih konsolidasian perseroan. 

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menilai, kinerja positif bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi modal penting untuk memperbesar pembiayaan ke sektor-sektor produktif.

"Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk manufaktur, hilirisasi, infrastruktur, UMKM, serta sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan