Strategi BAIK Luncurkan Camilan Siap Makan di Ritel dan E-Commerce

ILUSTRASI, Inovasi camilan Nusantara BAIK tanpa bahan pengawet, dengan teknologi sterilisasi standar internasional. (Sumber Gambar : Net)
Senin, 06 Juli 2026 | 15:20:42 WIB

JAKARTA – PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) secara berkelanjutan mengupayakan pengembangan bisnis ke berbagai segmen serta ceruk pasar baru yang potensial.

Saat ini, fokus utama Perseroan adalah merambah pasar makanan dan minuman di sektor ritel serta platform e-commerce melalui peluncuran produk camilan siap makan.

Demi mendukung ekspansi ini, emiten yang bergerak di bidang rantai pasok hotel, restoran, dan kafe (HORECA) tersebut menjalin kemitraan dengan pasangan figur publik Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, serta pakar pemasaran Dewa Eka Prayoga (Dewa Selling).

"Bagi kami, project ini merupakan mega-kolaborasi yang merupakan langkah strategis Perseroan, yang sengaja didesain khusus untuk penguatan produk secara langsung ke pasar ritel modern dan platform e-commerce besar secara massif," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, sebagaimana dilansir dari berita sumber, dalam keterangan resminya, Minggu (5/7/2026).

Menurut Nanang, inovasi camilan Nusantara tersebut ditawarkan dengan harga terjangkau, bercita rasa otentik, serta tetap mengedepankan prinsip kesehatan tanpa penggunaan bahan pengawet kimia.

Produk camilan tersebut diproses dengan dukungan teknologi sterilisasi makanan berstandar internasional dari sektor hulu Perseroan.

Karakteristik produk yang praktis ini diyakini sangat relevan dengan tren konsumsi Gen Z dan Milenial yang cenderung meminati produk clean label atau tanpa pengawet.

Langkah perluasan ke sektor ritel dan e-commerce ini, papar Nanang, dilaksanakan seiring dengan penjajakan strategis yang sedang dilakukan Perseroan pada sektor fasilitas publik.

Sebelumnya, manajemen BAIK telah melakukan diskusi awal dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) terkait pemanfaatan ruang komersial di halte bus.

"Melalui rencana pembangunan jaringan stand, booth, hingga coffee tenant, kami membidik potensi pasar komuter yang sangat masif di 252 hingga 269 Halte Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta, yang melayani 1,4 juta hingga 1,6 juta penumpang per hari," ujar Nanang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, rencana penetrasi ke jaringan ritel komersial dinilai semakin potensial seiring dengan meningkatnya tren konsumsi kopi di Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki 461.991 gerai kopi dengan sekitar 40 persen masyarakat yang mengonsumsi minimal dua gelas kopi per hari.

Seluruh ekspansi ke sektor hilir tersebut diharapkan dapat berjalan efisien melalui dukungan ekosistem mandiri Perseroan di sektor hulu.

Ekosistem tersebut kini menopang operasional 90 hingga lebih dari 120 outlet di bawah brand seperti Ayam Goreng Nelongso, Mami Nungky, Warung Taburai, dan Lamak Rasa, serta jaringan yang membawahi lebih dari 100 unit UMKM mitra binaan.

Nanang menjelaskan bahwa percepatan bisnis di berbagai lini baru ini berjalan beriringan dengan visi jangka panjang Perseroan untuk menembus pasar global.

"Saat ini Perseroan berada dalam fase pertumbuhan yang sangat dinamis untuk memperkuat struktur pendapatan. Kami akan terus membuka diri terhadap peluang kemitraan strategis lainnya dan akan terus memberikan update resmi kepada publik jika ada perkembangan material lebih lanjut," ujar Nanang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan