Divestasi Saham KOS, Krakatau Steel Kantongi 14 Juta Dolar AS

ILUSTRASI, PT Krakatau Steel resmi melepas 14 juta dolar AS saham di Krakatau Osaka Steel kepada Osaka Steel Co. Ltd. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:11:43 WIB

JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) secara resmi telah melepaskan seluruh bagian kepemilikannya dalam PT Krakatau Osaka Steel (KOS) kepada pihak Osaka Steel Co. Ltd. (OSC). Melalui aksi divestasi tersebut, perusahaan baja pelat merah ini berhasil mengantongi dana tunai sebesar US$14 juta.

Plt. Corporate Secretary Krakatau Steel, Rachman Hidaya, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengalihkan 14.000 saham seri B pada KOS, yang mencerminkan 20% hak suara serta 14% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh di perusahaan tersebut kepada pihak OSC.

Nilai dari transaksi pengalihan saham tersebut adalah US$14 juta, yang telah dilunasi sepenuhnya oleh pihak OSC tepat pada waktu penandatanganan akta jual beli saham.

Berdasarkan kurs JISDOR Bank Indonesia per 29 Juni 2026 yang berada di angka Rp17.856 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp249,98 miliar.

"Terhitung sejak tanggal kejadian, pengalihan saham telah menjadi efektif dan karenanya seluruh saham milik Perseroan dalam KOS telah sepenuhnya beralih kepada OSC," ujar Rachman dalam keterbukaan informasi, Senin (6/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Merujuk pada keterbukaan informasi, transaksi ini tertuang dalam Akta Perjanjian Pengalihan Hak atas Saham Nomor 105 tertanggal 29 Juni 2026, yang disusun di hadapan Notaris Humberg Lie di Jakarta Utara. 

Manajemen menegaskan bahwa harga sebesar US$14 juta wajib dibayarkan oleh OSC kepada Krakatau Steel, dan pembayaran tersebut telah diselesaikan secara penuh saat penandatanganan akta.

Dengan selesainya transaksi ini, Krakatau Steel tidak lagi memiliki kepemilikan saham pada Krakatau Osaka Steel, sehingga seluruh porsi saham perseroan dalam perusahaan patungan itu sudah berpindah ke Osaka Steel Co. Ltd.

Mengenai kinerja, KRAS berhasil mencatatkan pemulihan dari posisi rugi menjadi laba bersih pada kuartal I/2026 berkat implementasi program efisiensi yang ketat.

Merujuk laporan keuangan periode akhir Maret 2026, KRAS membukukan laba bersih senilai US$2,58 juta (sekitar Rp43,60 miliar, dengan kurs Rp16.900 per dolar AS) untuk kuartal I/2026.

Pencapaian ini berbanding terbalik dengan kondisi pada kuartal I/2025 yang saat itu mencatatkan rugi bersih sebesar US$46,90 juta (sekitar Rp793,61 miliar). 

Kebangkitan laba bersih ini dipicu oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 11,76% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$262,36 juta (sekitar Rp4,43 triliun).

Pendapatan tersebut didukung oleh segmen produk baja yang menyumbang US$256,64 juta (sekitar Rp4,34 triliun), segmen sarana infrastruktur berkontribusi US$77,47 juta (sekitar Rp1,31 triliun), serta segmen rekayasa dan konstruksi yang memberikan nilai sebesar US$3,3 juta (sekitar Rp55,77 miliar).

Reporter: Gemilang Ramadhan