PRDL Lepas 30 Persen Saham Baru Melalui Aksi IPO
JAKARTA - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) membidik pertumbuhan pendapatan dan keuntungan dua digit setelah menyelesaikan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) yang mengumpulkan dana segar berkisar Rp 62,75 miliar.
PRDL melepaskan sejumlah 522,9 juta saham baru atau setara dengan 30% modal ditempatkan dan disetor penuh usai IPO. Efek tersebut ditawarkan dengan harga nominal Rp 120 per saham serta resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebanyak 62% perolehan dana IPO bakal dipakai demi melunasi sebagian dari kredit perbankan. Sementara sisa dananya dialokasikan bagi belanja modal, operasional pengembangan, dan modal kerja demi menopang ekspansi bisnis sekaligus menaikkan kapasitas produksi.
Direktur Utama Prodia Diagnostic Line Cristina Sandjaja menyebutkan bahwa penyelesaian pinjaman tersebut tidak mempersempit ruang gerak ekspansi perusahaan.
Kredit yang lalu dipakai guna mendirikan fasilitas manufaktur yang sudah mulai berjalan sejak April 2025. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami menargetkan pertumbuhan double digit, tidak hanya revenue tetapi juga profit. Tahun lalu pertumbuhan kami di atas 20% dan harapannya bisa mencapai angka yang kurang lebih sama," ujar Cristina di Main BEI, Kamis (9/7/2026).
Di samping itu, PRDL merancang strategi pertumbuhan lewat peluncuran bermacam produk teranyar mulai semester II-2026.
Cristina berharap langkah ini bisa memperlebar portofolio dan mendongkrak penetrasi pasar instrumen kesehatan diagnostik di dalam negeri. Bukan cuma inovasi produk, PRDL berkonsentrasi menjaga konsumen yang sudah ada dengan mengoptimalkan mutu pelayanan.
PRDL pun berniat memperlebar sayap distribusi supaya dapat menjangkau daerah yang selama ini belum terlayani secara maksimal. Kini, PRDL mempunyai kisaran 70 distributor guna melayani 38 provinsi serta lebih dari 370 kabupaten atau kota.
Kendati demikian, masih ada sekitar 200 kabupaten maupun kota yang belum terjangkau oleh jaringan distribusi mereka.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sebagian belanja modal akan digunakan membeli mesin penunjang produksi. Sementara kebutuhan operasional sehari-hari tetap didukung arus kas perusahaan yang dinilai masih positif," ucap Cristina. PRDL pun mengatur langkah antisipasi menghadapi depresiasi nilai tukar rupiah lewat pemenuhan stok bahan baku serta barang jadi. Terlebih lagi, barang utama PRDL mempunyai angka tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 70%.
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya memaparkan, prospek industri bidang kesehatan dinilai tetap menjanjikan. Menurut pandangannya, sektor ini menjadi salah satu opsi favorit para pemodal lantaran permintaan atas jasa kesehatan yang terus merangkak naik.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Masyarakat saat ini lebih concern terhadap kesehatan. Makanya sektor healthcare ini menarik banyak minat investor, termasuk PRDL yang mencatat antrean pemesanan sangat tinggi," katanya belum lama ini.
Bernadus menambahkan, daya pikat PRDL turut disokong oleh nilai valuasi yang kompetitif apabila dikomparasikan dengan emiten sejenis.
Di samping itu, landasan fundamental bisnis yang kokoh dianggap menjadi stimulus krusial di balik besarnya ketertarikan pemodal pada saham IPO tersebut.
Di waktu yang sama, Tim Riset Ajaib Sekuritas mengutarakan bahwa pemanfaatan dana hasil IPO untuk melunasi utang bakal memperkokoh struktur modal PRDL. Langkah ini berpeluang memangkas beban bunga sekaligus mempertinggi fleksibilitas finansial korporasi.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pengurangan utang tersebut diperkirakan dapat menghemat beban pembiayaan sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 1,2 miliar per tahun," tulis Tim Riset Ajaib Sekuritas dalam risetnya. Lebih dari itu, Tim Riset Ajaib Sekuritas berpandangan bahwa penjatahan dana buat belanja modal maupun modal kerja akan menyokong kenaikan volume produksi, efisiensi aktivitas operasional, serta peningkatan omzet PRDL untuk jangka panjang.