Saham Perbankan BBCA Direkomendasikan untuk Dividen Stabil Investor
JAKARTA – Secara historis, Agustus kerap menjadi bulan positif bagi pasar saham Indonesia. Dalam 11 tahun terakhir, IHSG mencatat kenaikan rata-rata 1,36 persen, dengan Kompas100 naik rata-rata 1,27 persen.
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, menilai saham perbankan seperti BBCA cocok bagi investor yang mencari dividen stabil. “Sedangkan untuk investor yang mencari potensi risk reward lebih besar bisa memperhatikan BRIS, SSIA, dan TINS,” kata Fath sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Branch Manager Panin Sekuritas, Elandry Pratama, menambahkan prospek Kompas100 masih menarik jika didukung stabilitas suku bunga global dan capital flow asing. Ia menyukai saham berfundamental kuat seperti BBCA, BMRI, BRIS, serta TLKM di sektor telekomunikasi.
Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menegaskan efek rebalancing indeks hanya bersifat teknikal jangka pendek. Saham yang terdepak seperti BREN dan DSSA bisa tertekan, namun pergerakan tetap ditentukan fundamental.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menyoroti Kompas100 yang minus 31,58 persen YTD, lebih dalam dibanding IHSG minus 27,9 persen. Ia menyarankan portofolio defensif dengan alokasi 45 persen value stock, 25 persen growth, dan 30 persen kas. Ratih menilai saham perbankan masih menarik dengan dividend yield tinggi, BMRI 12,6 persen, BBRI 11,8 persen, BBNI 10,1 persen, dan BBCA 5,4 persen.
Ratih merekomendasikan akumulasi beli BMRI dengan target resistance Rp 4.500 dan support Rp 4.000, serta ESSA dengan resistance Rp 700 dan support Rp 600. Ia juga menyarankan trading buy ENRG dengan target resistance Rp 1.400 dan support Rp 600.
DISCLAIMER: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan pasar saham, indeks Kompas100, serta rekomendasi analis dari berbagai sekuritas. Konten bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi investasi yang bersifat personal. Pergerakan saham dapat berubah sewaktu-waktu dipengaruhi faktor global maupun domestik. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Disarankan untuk melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.