Harga Emas Global Berpotensi Koreksi di Tengah Kuatnya Dolar AS

Ilustrasi Harga emas global tercatat mengalami penurunan 2,5 persen dalam sebulan terakhir. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:20:59 WIB

JAKARTA – Pergerakan harga emas global diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Analis menilai peluang koreksi lebih besar di tengah kuatnya dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Trading Economics, Selasa (4/8/2026) pukul 15.40 WIB, harga emas global berada di kisaran 4.059 US dolar per ons troi. Harga ini naik 0,8 persen dalam tujuh hari terakhir, namun turun 2,5 persen dalam sebulan terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut harga emas masih tertahan di area resistance 4.075 US dolar dan berada di bawah Moving Average (MA) 21 yang berfungsi sebagai dynamic resistance. 

“Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa setiap upaya penguatan masih menghadapi tekanan jual yang cukup kuat sehingga peluang kenaikan masih terbatas,” ujar Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut proyeksi teknikal, target pelemahan berikutnya berada di area support 4.018 US dolar. Jika level ini gagal dipertahankan, peluang koreksi lebih dalam akan terbuka. Sebaliknya, jika muncul respons beli yang kuat di sekitar level tersebut, emas berpotensi rebound teknikal.

Dari sisi fundamental, arah harga emas masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Ketiga faktor ini menjadi penggerak utama pasar logam mulia dalam beberapa waktu terakhir.

Apabila dolar AS tetap menguat dan US Treasury Yield bertahan tinggi, tekanan terhadap emas diperkirakan berlanjut. Kondisi ini membuat aset berbasis dolar lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur pada logam mulia.

Reporter: Ibtihal