MTEL Raup Laba Rp1,11 Triliun pada Semester I 2026

Ilustrasi pt dayamitra telekomunikasi (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:54:58 WIB

JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp1,11 triliun pada semester I 2026, naik 1,50% dari Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan kenaikan pendapatan MTEL sebesar 2,10% menjadi Rp4,69 triliun dari Rp4,60 triliun.

Laporan keuangan perseroan menunjukkan lini bisnis sewa menara telekomunikasi masih menjadi pendorong utama dengan sumbangan pendapatan Rp4,38 triliun, meningkat 1,31% dari Rp4,32 triliun. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tetap mendominasi pendapatan pelanggan berelasi senilai Rp2,57 triliun, tumbuh 1,86% dari Rp2,52 triliun.

Pendapatan dari entitas berelasi lainnya melesat 72,84% menjadi Rp45,46 miliar, sementara kontribusi PT Telkom Infrastruktur Indonesia naik 5,32% menjadi Rp42,97 miliar. Namun, sejumlah pelanggan berelasi mengalami penurunan, seperti PT Telkomsel Satelit Indonesia yang merosot 84,31% menjadi Rp160 juta, entitas PT Telekomunikasi Selular lainnya terperosok 98,04% ke Rp102 juta, dan PT PP Energi yang turun 33,33% menjadi Rp20 juta.

Di sisi lain, pendapatan dari pihak ketiga untuk segmen sewa menara berada di angka Rp1,72 triliun, sedikit terkoreksi 0,84% dari Rp1,73 triliun. Jasa konstruksi menjadi segmen dengan lonjakan tertinggi, yakni naik 17,62% menjadi Rp298,63 miliar dari Rp253,88 miliar, disokong pendapatan pihak berelasi sebesar Rp280,01 miliar (naik 15,75%) serta pihak ketiga sebesar Rp18,62 miliar (melonjak 55,58%).

Sebaliknya, pendapatan segmen jasa dan sewa listrik terkikis 2,82% menjadi Rp13,99 miliar dari Rp14,40 miliar menyusul penurunan pendapatan pihak ketiga sebesar 1,58% dan pihak berelasi 3,73%. Secara basis pelanggan, sekitar 90% total pendapatan konsolidasian MTEL ditopang tiga operator terbesar, yaitu Telkomsel, PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Telkomsel memberikan kontribusi terbesar senilai Rp2,58 triliun atau setara 55% dari seluruh pendapatan konsolidasian. Sementara itu, pendapatan dari Indosat turun 2,44% menjadi Rp934,38 miliar dengan porsi kontribusi menyusut dari 21% menjadi 20%.

Sebaliknya, XLSMART mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara pelanggan utama sebesar 11,18% menjadi Rp702,62 miliar, sehingga porsi kontribusinya melesat dari 14% menjadi 15%. Dari segi profitabilitas, beban pokok pendapatan membengkak 6,33% menjadi Rp2,35 triliun dari Rp2,21 triliun pada semester I 2025.

Secara neraca, total aset MTEL berdiri di angka Rp60,10 triliun per 30 Juni 2026, tumbuh 3,00% dibandingkan posisi akhir 2025 senilai Rp58,35 triliun. Adapun total liabilitas turut merangkak naik 12,24% menjadi Rp28,05 triliun dari Rp24,99 triliun.

Reporter: Akbar