Dolar Australia Melemah dari Level Tertinggi Tiga Minggu di 0,7064

Ilustrasi dolar australia (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:06:41 WIB

JAKARTA - Dolar Australia (AUD) mengalami penurunan moderat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Kamis, terdorong ke kisaran 0,7040 dari posisi tertinggi tiga minggu di 0,7064 pada hari Rabu. Meskipun demikian, struktur bullish jangka pendek pasangan mata uang ini tetap terjaga di tengah antisipasi investor terhadap rilis Nonfarm Payrolls AS hari Jumat serta perkembangan negosiasi AS–Iran.

Kondisi ekonomi Australia memberi sentimen positif setelah Neraca Perdagangan bulan Juni secara mengejutkan mencetak surplus akibat lonjakan ekspor komoditas ke level tertinggi empat tahun. Perdagangan luar negeri Australia mencatatkan surplus AUD 1,929 juta, berbalik dari perkiraan defisit AUD 1,1 juta dan melampaui capaian bulan Mei yang direvisi turun menjadi defisit AUD 2,367 juta.

Sebaliknya dari AS, indikator ADP Employment Change pada hari Rabu tampil mengecewakan dengan hanya mencatat penambahan 44 ribu lapangan kerja pada Juli, jauh di bawah capaian Juni sebesar 98 ribu maupun konsensus pasar 70 ribu. Pada hari yang sama, Indeks Manajer Pembelian (IMP) Jasa ISM AS turut tumbuh di bawah ekspektasi, ditandai oleh lonjakan harga dan penurunan penyerapan tenaga kerja.

Analis strategi valas ING menggarisbawahi bahwa "berita tentang kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membuka jalur pelayaran aman di Selat Hormuz telah membuat pasar Valas berada dalam mode risk-on, yang mendukung rotasi dari Dolar ke mata uang dengan beta lebih tinggi" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Namun, mereka juga menegaskan bahwa "pergerakan G10 telah terbatas pekan ini, kemungkinan karena laporan payrolls AS besok tetap menjadi katalis utama dan terkenal sulit diprediksi," yang memicu sikap hati-hati para pelaku pasar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak ING turut menambahkan bahwa "pasar juga menunggu berita terbaru berikutnya mengenai negosiasi AS–Iran" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Menurut pandangan mereka, "sepertinya hanya sedikit pesimisme yang tersisa di pasar Valas, dan berita positif mengenai topik itu mungkin tidak akan menghasilkan pelemahan USD yang berkelanjutan" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dengan mengamati faktor "payrolls yang membayangi besok," pihak bank memprediksikan sikap menanti pasar akan menjaga volatilitas tetap terkendali dan pergerakan Dolar cenderung tertahan dalam kisaran tertentu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar