Perak Melemah, Pasar Tunggu Data Nonfarm Payrolls AS
JAKARTA – Harga perak dunia melemah pada Jumat (7/8/2026) setelah bergerak fluktuatif di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), perkembangan geopolitik di Timur Tengah, dan pergerakan logam mulia lainnya. Hingga pagi, harga perak spot berada di level US Dolar 61,2632 per ons troi, turun sekitar 0,28–0,45 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Pada saat yang sama, harga emas juga terkoreksi tipis setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan di US Dolar 4.271,33 per ons troi, sebelum turun ke kisaran US Dolar 4.235,39 per ons troi.
"Harga emas berupaya mempertahankan kenaikannya baru-baru ini di tengah meningkatnya optimisme seputar Selat Hormuz. Harapan akan terobosan diplomatik yang memulihkan aliran minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi taruhan pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari The Fed," ujar Nikos Tzabouras, Analis Pasar Senior Tradu.com sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pasar juga mencermati arah kebijakan moneter The Fed. Peluang kenaikan suku bunga AS pada September turun menjadi sekitar 55 persen dari 67 persen dua hari sebelumnya, setelah data ketenagakerjaan swasta ADP menunjukkan perlambatan perekrutan tenaga kerja selama Juli.
Namun, pelaku pasar masih menunggu rilis data nonfarm payrolls (NFP) AS sebagai petunjuk berikutnya mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral.
Selain perak dan emas, logam mulia lain bergerak bervariasi. Harga platinum turun 0,31 persen menjadi US Dolar 1.729,20 per ons troi, sedangkan paladium naik 0,58 persen ke US Dolar 1.369,37 per ons troi.