Harga Perak dan Platinum Menguat, Palladium Turun Tipis di Pasar Logam

Ilustrasi Harga perak spot naik 0,5 persen di pasar logam mulia global pada Senin (10/8). (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 10 Agustus 2026 | 18:58:25 WIB

JAKARTA – Harga emas tetap tinggi di perdagangan Asia awal pekan, Senin (10/8/2026), setelah mencetak level tertinggi tujuh pekan pada akhir pekan lalu.

Investor menunggu data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi acuan kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Harga emas spot bergerak tipis di US$4.339,59 per troy ounce pada pukul 00.17 GMT, setelah naik lebih dari 7 persen sepanjang pekan lalu.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 17 Juni pada Jumat (7/8/2026).

Kenaikan dipicu data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, memperbesar ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Data menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja pada Juli, sementara pertumbuhan dua bulan sebelumnya direvisi turun cukup tajam.

Perubahan ekspektasi suku bunga membuat peluang kenaikan suku bunga pada FOMC 15-16 September lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Thomas Barkin mengatakan data perekrutan Juli masih menunjukkan kelanjutan tren belakangan ini sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ekspektasi penurunan suku bunga menjadi sentimen positif bagi emas karena aset tanpa imbal hasil lebih menarik dibandingkan aset berbunga.

Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS pekan ini, terutama CPI dan PPI, yang akan menjadi pertimbangan langkah The Fed berikutnya.

Di pasar logam mulia lain, harga perak spot naik 0,5 persen ke US$63,85 per troy ounce. Platinum menguat 0,2 persen ke US$1.748,25 per troy ounce, sementara palladium turun 0,5 persen ke US$1.371,16 per troy ounce.

Reporter: Ibtihal