Rupiah Tembus Rp17.820 per Dolar AS, Catat Penguatan Signifikan
JAKARTA – Rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (10/8/2026), menjadi salah satu mata uang Asia dengan penguatan terbesar di tengah pergerakan terbatas mata uang kawasan.
Data Reuters pukul 02.13 GMT atau 09.13 WIB menunjukkan rupiah berada di Rp17.820 per dolar AS, naik 0,36 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.885.
Penguatan rupiah tercatat paling besar dibandingkan mata uang Asia lain yang juga menguat.
Dolar Taiwan naik 0,18 persen, baht Thailand 0,09 persen, peso Filipina 0,07 persen, ringgit Malaysia 0,05 persen, dan dolar Singapura 0,10 persen.
Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,47 persen, yen Jepang turun 0,32 persen, yuan China melemah tipis 0,01 persen, sementara rupee India relatif stabil.
Meski menguat hari ini, sepanjang 2026 rupiah masih menjadi salah satu mata uang terlemah di kawasan. Dari Rp16.670 per dolar AS di akhir 2025, rupiah melemah 6,45 persen.
Pelemahan ini lebih dalam dibandingkan baht Thailand yang turun 4,70 persen, rupee India 5,61 persen, dan peso Filipina 3,26 persen.
Sebaliknya, beberapa mata uang Asia mencatat penguatan sejak awal tahun, seperti won Korea Selatan 1,65 persen, dolar Singapura 0,48 persen, dan yuan China 3,58 persen.
Penguatan rupiah hari ini menjadi sinyal positif di tengah tekanan sepanjang tahun, dengan pergerakan selanjutnya masih dipengaruhi arah dolar AS dan sentimen pasar global.