Bawang Merah dan Cabai Merah Jadi Penyumbang Deflasi

Ilustrasi Harga bawang merah dan cabai merah turun, menjadi penyumbang deflasi di Jawa Barat Juli 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 10 Agustus 2026 | 21:22:52 WIB

JAKARTA – Jawa Barat mencatat deflasi 0,05 persen secara month-to-month (m-to-m) pada Juli 2026. Penurunan ini dipicu turunnya harga sejumlah kebutuhan pokok seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan, penurunan harga dipengaruhi panen raya di sejumlah daerah produsen, seperti Kabupaten Bandung dan Garut. Selain itu, permintaan daging ayam dan telur menurun selama libur sekolah karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berjalan.

Komoditas dengan andil deflasi tertinggi Juli 2026 m-to-m:

  • Bawang merah: 0,09%
  • Cabai merah: 0,07%
  • Emas perhiasan: 0,07%
  • Cabai rawit: 0,05%
  • Telur ayam ras: 0,04%

Sementara komoditas penyumbang inflasi m-to-m:

  • Bensin: 0,09%
  • Ketimun: 0,02%
  • Sekolah dasar: 0,02%
  • Bawang putih: 0,02%
  • Mobil: 0,01%

Secara year-on-year, Jawa Barat tetap mencatat inflasi 2,72 persen. Penyumbang terbesar adalah emas perhiasan (0,62%), bensin (0,31%), minyak goreng (0,16%), beras (0,13%), dan rokok kretek mesin (0,09%).

Selain itu, BPS Jawa Barat melaporkan neraca perdagangan surplus USD 13,79 miliar Januari–Juni 2026. Ekspor mencapai USD 19,60 miliar, naik 5,11 persen dibanding periode sama 2025, sementara impor USD 5,81 miliar. Pangsa pasar ekspor terbesar adalah Amerika Serikat, Filipina, dan Jepang.

Di sisi impor, pemasok utama adalah Tiongkok (41,85%), Korea (11,90%), dan Jepang (11,84%).

Reporter: Ibtihal