Dolar AS Stabil Setelah Data Tenaga Kerja AS Mengecewakan
JAKARTA – Dolar AS bertahan stabil pada Senin (10/8/2026) setelah melemah tajam pasca data tenaga kerja AS yang mengecewakan.
Nonfarm Payrolls (NFP) Juli turun 23 ribu, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 80 ribu, sementara data Juni direvisi turun dari 57 ribu menjadi 20 ribu.
Indeks USD sempat menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni di 99,40. Strategis BNY menilai pelemahan data tenaga kerja menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dengan peluang kenaikan September kini di bawah 50 persen.
Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyebut pihaknya “semi-bernegosiasi” dengan Teheran, namun Iran menegaskan tidak ada pembicaraan dan tetap menuntut syarat untuk membuka Selat Hormuz. Harga minyak WTI naik 1 persen ke US$77 per barel.
Emas (XAU/USD) mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari, naik lebih dari 7 persen, dan kini konsolidasi di atas US$4.300.
Pergerakan valas utama:
- USD/JPY pulih ke 158,50.
- EUR/USD naik ke 1,1580, kini stabil di 1,1550.
- GBP/USD bertahan di 1,3500.
- AUD/USD sideways di atas 0,7050.
Menjelang keputusan kebijakan moneter, RBA diperkirakan menahan suku bunga di 4,35 persen, namun tetap mempertahankan bias hawkish karena inflasi masih di atas target 3 persen. Pernyataan Kebijakan Moneter RBA bulan Agustus akan memberi gambaran lebih rinci tentang prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi Australia.