Akuisisi Wisk Aero Beri Boeing 19,75 Persen Saham Archer Aviation

Ilustrasi archer aviation (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:14:38 WIB

JAKARTA – Archer Aviation (ACHR.N) menyetujui akuisisi Wisk Aero, perusahaan pesawat listrik milik Boeing, beserta dua anak usaha lainnya yang membuat Boeing memegang hampir 20% saham maskapai taksi udara tersebut.

Transaksi ini mencakup produsen drone Insitu dan pengelola ruang udara SkyGrid, yang memberi Archer akses ke teknologi penerbangan otonom Boeing guna memperkuat lini bisnis pertahanan dan logistik komersial.

Harga saham Archer Aviation melonjak mendekati 14% pada perdagangan Senin pagi menyusul pengumuman kesepakatan tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Boeing (BA.N) dalam menyederhanakan portofolio perusahaan agar lebih terfokus pada lini utama pesawat komersial serta pertahanan, sekaligus mengurangi fokus pada pengembangan taksi udara.

Industri pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL) saat ini masih berjuang membuktikan kelayakan sertifikasi, skala produksi massal, dan efisiensi biaya operasional bagi konsumen.

Lambatnya komersialisasi mendorong para pelaku industri eVTOL beralih menyasar sektor pertahanan, kargo, serta pemerintah guna mengamankan pendapatan dan pendanaan dalam waktu dekat.

Wisk Aero yang fokus mengembangkan armada listrik otonom akan menjadi dasar pembentukan kemitraan dan perjanjian berbagi teknologi antara Boeing dan Archer.

Melalui kerja sama ini, Boeing tetap memegang hak akses teknologi penerbangan otonom utama milik Wisk untuk diterapkan pada armada komersial maupun pertahanan mereka saat ini dan masa depan.

Di sisi lain, Archer berhasil mengamankan Insitu, unit bisnis pertahanan yang sudah mencetak laba dengan pendapatan tahunan melampaui US$200 juta.

"Kami memperoleh kemampuan untuk mulai menghasilkan pendapatan yang signifikan secara langsung di pasar dengan pertumbuhan pesat," kata CEO Archer Aviation, Adam Goldstein, kepada Reuters sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Permintaan akan drone untuk keperluan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) mungkin berada pada tingkat tertinggi yang pernah ada, sehingga menciptakan peluang besar bagi perusahaan yang sudah menghasilkan pendapatan dan arus kas," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Atas transaksi akuisisi tersebut, Boeing berhak menerima imbalan saham Archer sebesar 19,75% dari total saham Class A yang beredar sebelum penutupan transaksi.

Reporter: Akbar