JAKARTA – Harga emas kembali bergerak naik pada perdagangan Selasa (11/8/2026), melanjutkan penguatan selama tiga sesi secara berurutan.
Kenaikan ini mendorong harga emas ke posisi tertinggi dalam lebih dari dua bulan di tengah penantian pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) guna memproyeksikan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot menguat 0,5 persen ke level US$4.411,77 per ons troi pada pukul 00.30 GMT. Angka tersebut menjadi posisi tertinggi sejak 5 Juni 2026, sedangkan harga emas berjangka AS melonjak 1,2 persen menuju US$4.472,10 per ons troi.
Laju harga emas terdorong oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang berada di bawah ekspektasi. Pasar tenaga kerja AS kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, sementara angka pengangguran sedikit menyusut menjadi 4,1 persen dari 4,2 persen pada Juni.
Laporan tersebut membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed untuk bulan depan. Suku bunga yang lebih rendah umumnya memperkuat daya tarik emas lantaran aset ini tidak menghasilkan imbal hasil berupa bunga.
Saat ini fokus para pelaku pasar telah beralih pada rilis data inflasi AS.
Indeks harga konsumen (CPI) AS dijadwalkan meluncur pada Rabu, yang kemudian disusul oleh indeks harga produsen (PPI) pada Kamis. Para investor mencermati kedua indikator tersebut untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed berikutnya.
Pada rapat bulan Juli, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utama, walaupun tiga pejabat menyampaikan perbedaan pendapat dan memilih kenaikan suku bunga.
Sementara itu, kondisi geopolitik global turut menjadi pusat perhatian pasar. Presiden AS Donald Trump menanggapi persyaratan kesepakatan damai dari pihak Iran dengan meminta ganti rugi atas para korban perang, serangan, serta aksi demonstrasi.
Langkah tersebut dinilai kian memanaskan situasi dan berisiko menyulitkan proses pembukaan kembali Selat Hormuz.
Lonjakan harga emas ini memberikan dampak positif bagi kinerja emiten tambang. Perusahaan Barrick Mining mencatatkan peningkatan laba pada kuartal II berkat sokongan harga emas yang melambung.
Di samping emas, harga komoditas logam mulia lainnya turut mencatatkan penguatan. Harga perak spot terangkat 0,6 persen ke US$66,16 per ons troi, platinum merangkak naik 0,6 persen ke US$1.763,60, dan palladium bertambah 0,6 persen menjadi US$1.391,21 per ons troi.