Saham Asia Naik, Minyak Brent Sentuh 89,44 Dolar Amerika

Ilustrasi Saham Asia mayoritas menguat dipimpin kenaikan indeks KOSPI Korea Selatan pada 12 Agustus 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:20:55 WIB

JAKARTA — Saham-saham Asia sebagian besar menguat pada Rabu (12 Agustus 2026) didorong reli semikonduktor yang mendorong indeks KOSPI Korea Selatan naik tajam, sementara investor tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika dan ketidakpastian baru di Selat Hormuz.

Nasdaq 100 Futures naik 0,4 persen dan S&P 500 Futures menguat 0,2 persen setelah Wall Street ditutup melemah sehari sebelumnya. Reli teknologi semakin kencang setelah CoreWeave melonjak 16 persen dan Super Micro Computer naik 7,6 persen berkat proyeksi pendapatan yang melampaui estimasi. 

Nvidia juga mengumumkan kemitraan dengan enam lembaga keuangan besar untuk memobilisasi lebih dari 500 miliar dolar Amerika modal pihak ketiga bagi infrastruktur AI.

Indeks KOSPI Korea Selatan naik 3,68 persen, memimpin kenaikan regional. Nikkei 225 Jepang menguat 0,83 persen, sementara MSCI AC Asia Pacific naik 0,6 persen. Samsung Electronics melonjak 6,68 persen, SK Hynix naik 5,54 persen, dan LG Innotek menguat lebih dari 10 persen didukung laporan rencana investasi Temasek.

Saham chip Jepang juga menguat, dengan Kioxia Holdings naik 3,7 persen dan Largan Precision naik 3,4 persen. Di China, CSI 300 naik 0,58 persen, Shanghai Composite menguat 0,32 persen, dengan SMIC, Cambricon, dan Luxshare mencatat kenaikan. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong turun 0,83 persen, tertekan oleh pelemahan saham teknologi seperti Alibaba (-3,01 persen), Tencent (-1,95 persen), dan JD.com (-2,77 persen).

S&P/ASX 200 Australia turun 0,45 persen setelah RBA mempertahankan suku bunga kas di 4,35 persen. Nifty 50 India melemah 0,15 persen, sementara FTSE Straits Times Singapore turun 0,58 persen. SET Index Thailand tutup karena libur.

Harga minyak Brent melanjutkan reli, naik untuk sesi keenam berturut-turut ke sekitar 89,44 dolar Amerika per barel, di tengah kebuntuan Amerika–Iran terkait Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan menyebut kedua pihak masih mendekati “semacam kesepakatan,” meski ketidakpastian tetap tinggi.

Investor kini menanti laporan CPI Amerika. Perkiraan menunjukkan kenaikan bulanan 0,1 persen pada CPI utama dan kenaikan tahunan 3,4 persen pada Juli. CPI inti diperkirakan naik 0,2 persen bulanan dengan inflasi inti tahunan 2,5 persen. Angka yang lebih rendah dari perkiraan dapat meringankan tekanan pada The Fed, sementara kebuntuan Hormuz berpotensi mendorong biaya energi lebih tinggi.

Reporter: Ibtihal