Dampak Review MSCI ke IHSG Terbatas, Outflow Fokus di Saham Terdampak
JAKARTA - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut hasil tinjauan indeks global MSCI periode Agustus 2026 berpotensi memicu arus dana keluar atau outflow dari pasar saham Indonesia hingga Rp1 triliun.
Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, Wilbert Arifin, memperkirakan passive outflow sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun terjadi setelah perubahan indeks MSCI berlaku efektif pada awal September.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menambahkan tidak adanya saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index membuat outflow tersebut tidak memiliki arus dana masuk atau inflow sebagai penyeimbang.
Meski demikian, Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan dampak hasil review MSCI terhadap IHSG relatif terbatas. Salah satu penyebabnya adalah bobot Indonesia di Emerging Market yang sudah cukup rendah.
Hasil tinjauan indeks Agustus 2026 tersebut hanya menurunkan bobot saham-saham Indonesia dari 0,49% menjadi 0,46%.
Menurut Wilbert, potensi sentimen negatif masih ada dalam jangka pendek. Namun, arus dana keluar diperkirakan hanya terkonsentrasi pada saham-saham yang terdampak perubahan indeks.
Senada dengan Wilbert, Rully memproyeksikan dampak perubahan indeks tersebut terutama bersifat teknikal.
“Dengan potensi passive outflow menjelang implementasi akhir Agustus,” imbuhnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ke depan, Wilbert menegaskan pentingnya langkah regulator pasar modal Indonesia untuk menjaga kredibilitas pasar. Regulator juga perlu terus berdiskusi secara aktif dengan penyedia indeks global MSCI.
“Perbaikan secara gradual pada aspek tersebut dapat membuka peluang keputusan MSCI yang lebih positif, dan menjadi katalis tambahan bagi arus modal asing maupun pasar secara keseluruhan,” jelas Wilbert, sebagaimana dilansir dari berita sumber.