JAKARTA – Pergerakan harga emas spot saat ini bertengger di kisaran US$ 4.400 per ons troi serta mendekati level resistance US$ 4.500 per ons troi. Penguatan harga emas dinilai masih memiliki peluang terbuka dengan target berkisar US$ 4.500–US$ 4.800 hingga akhir 2026 menurut Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (12/8/2026) pukul 23.25 WIB, harga emas berada di posisi US$ 4.425 per ons troi. Sementara itu, Trading Economics mencatat harga emas sebesar US$ 4.424 per ons troi pada pukul 23.26 WIB.
Ruang penguatan bagi logam mulia ini dinilai masih terbuka hingga akhir tahun oleh Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures, Brahmantya Himawan. "Menurut saya, US$ 4.500–US$ 4.800 masih menjadi target yang realistis," ujar Brahmantya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menilai potensi kenaikan harga emas menuju batas atas kisaran tersebut kian besar apabila aksi beli oleh bank sentral terus berlanjut dan The Fed tidak menaikkan suku bunga pada September.
Aksi pembelian dari bank sentral, terutama China, menjadi salah satu penopang utama harga emas. PBoC mencatatkan penambahan sekitar 20 ton emas pada Juli, sehingga total kepemilikannya menyentuh sekitar 2.366 ton.
Kendati demikian, tren perjalanan menuju US$ 4.800 diproyeksikan tidak akan berjalan lurus. Apabila dolar AS dan yield Treasury kembali menguat akibat kebijakan The Fed yang hawkish, harga emas masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek.
Brahmantya pun menyarankan para investor untuk menerapkan strategi buy on weakness atau melakukan pembelian saat terjadi koreksi, ketimbang mengejar harga ketika emas sedang naik tajam.