Valneva Melesat 15 Persen Setelah EMA Menerima Pengajuan Vaksin Lyme

Ilustrasi vaksin lyme (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:12:26 WIB

JAKARTA – Saham Valneva melonjak 15% pada Jumat lalu seiring langkah Badan Obat Eropa (EMA) memvalidasi permohonan izin edar kandidat vaksin penyakit Lyme. Langkah regulasi ini menjadi pencapaian krusial bagi program yang digarap bersama Pfizer.

Harga sahamnya melesat 14,46% menjadi €2,81, yang merupakan posisi tertinggi sejak 11 Mei. Pencapaian tersebut berpotensi mencatatkan penguatan harian terbesar sejak Agustus 2025.

Validasi dari EMA memastikan dokumen pengajuan resmi diterima untuk ditinjau. Hal ini menandai masuknya program vaksin tersebut ke fase regulasi lanjutan di Eropa.

Kandidat vaksin bernama VLA15 ini sedang dikembangkan oleh Valneva dan Pfizer untuk menanggulangi penyakit Lyme. Program pengembangan tingkat lanjut ini menggunakan metode multivalen guna menargetkan enam serotipe Borrelia yang paling umum di Amerika Utara dan Eropa.

Capaian regulasi ini bernilai strategis bagi Valneva karena program vaksin Lyme merupakan salah satu proyek utama perusahaan.

Lewat kemitraan dengan Pfizer, Valneva berpeluang mengantongi pembayaran milestone hingga $143 juta. Selain itu, mereka berhak atas royalti penjualan sebesar 14% hingga 22% jika vaksin ini berhasil disetujui serta dipasarkan di Amerika Serikat dan Eropa.

Analis Kempen menguraikan bahwa proyek vaksin Lyme adalah pendorong utama nilai investasi perusahaan. Mereka menyoroti rencana pengajuan izin oleh Pfizer pada paruh kedua 2026 sebagai pemicu positif jangka pendek yang penting.

Pihak broker turut mengungkapkan bahwa pernyataan terbaru dari Pfizer secara konsisten menunjukkan sikap optimis terhadap peluang persetujuan vaksin tersebut.

Tahapan besar berikutnya mencakup proses evaluasi regulasi hingga penetapan keputusan di Eropa, sementara Pfizer juga bersiap mengajukan permohonan di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Valneva menyampaikan bahwa Pfizer berencana mengajukan permohonan izin kepada FDA dan EMA pada 2026, selama hasil uji klinis Fase 3 mencatatkan hasil positif.

Lonjakan saham pada Jumat memperlihatkan besarnya perhatian investor terhadap program Lyme. Proyek ini dinilai berpotensi menjadi aset komersial yang bernilai tinggi bagi Valneva maupun Pfizer.

Reporter: Akbar