Emas Berpotensi Cetak Rekor US$ 6.000 Ditopang Suku Bunga dan Geopolitik

Ilustrasi emas dunia (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:04:36 WIB

JAKARTA – Harga emas dunia berpeluang kembali memecahkan rekor tertinggi baru menjelang penutupan tahun ini di tengah pelemahan ekonomi Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi pelonggaran suku bunga.

Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (14/8/2026), harga emas berada di angka US$ 4.341,58 per ons troi, menanjak 6,92% dalam satu bulan terakhir walaupun mengalami koreksi tipis 0,18% secara harian.

Pengamat mata uang dan komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menilai, proyeksi harga emas jangka pendek berada dalam fase konsolidasi yang cenderung bullish bersyarat.

Menurut Wahyu, setelah sempat menyentuh titik terendah di level US$ 3.943 per ons troi, pergerakan emas dunia (XAUUSD) mulai memperlihatkan sinyal pembalikan arah menguat yang kokoh. Hal ini didorong oleh aksi pembelian secara berlanjut oleh bank-bank sentral dunia serta ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Pergerakan harian harga emas saat ini amat bergantung pada pergerakan indeks dolar AS serta ekspektasi suku bunga The Fed.

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga melandainya inflasi CPI AS ke angka 3,4% serta hilangnya 23.000 pekerjaan di AS secara mengejutkan pada Juli menjadi pemicu utama melesatnya harga emas.

Di samping itu, meredanya ketegangan di Selat Hormuz dan memburuknya data ekonomi AS ikut menekan indeks dolar AS.

Di tengah tingginya volatilitas makroekonomi saat ini, Wahyu mengimbau investor untuk menerapkan strategi pembobotan portofolio yang terukur.

Ia menyarankan metode Dollar-Cost Averaging (DCA) atau akumulasi bertahap saat harga menguji batas bawah konsolidasi teknikal.

"Alokasi emas yang ideal berada di kisaran 5% hingga 15% dari total portofolio sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap risiko sistemik dan penurunan nilai mata uang, bukan untuk spekulasi jangka pendek," ujar Wahyu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara teknikal, pergerakan XAUUSD diprediksi bergerak di rentang US$ 4.000 hingga US$ 4.600 per ons troi sebelum melanjutkan tren kenaikannya.

Area resistance terdekat berada pada level US$ 4.600, sedangkan posisi resistance terkuat berada di area US$ 4.900 per ons troi.

Jika emas mampu menembus level US$ 4.900, Wahyu memperkirakan harga emas berpeluang mencetak rekor tertinggi baru hingga menguji target akhir tahun pada kisaran US$ 5.000 sampai US$ 6.000 per ons troi.

Reporter: Akbar