Penguatan Rupiah Usai Pidato Presiden dan Peluang Menuju 17.500

Ilustrasi nilai tukar (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:23:48 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/8/2026). Rupiah mengakhiri sesi perdagangan di tingkat Rp 17.827 per dollar AS, naik 0,28 persen atau sebesar 50 basis poin (bps).

Pergerakan positif rupiah ini terjadi setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) pada pagi hari. Menurut Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin, rupiah memiliki peluang untuk terus menguat, meskipun tidak akan langsung mencapai Rp 17.500 per dollar AS.

"Untuk perdagangan pekan depan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan apabila pasar menilai pesan fiskal Presiden Prabowo sebagai sinyal positif terhadap kesinambungan ekonomi," kata dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari aspek teknikal, batas Rp 17.800 per dolar AS merupakan level yang sangat krusial. Proyeksi pasar sebelumnya memperkirakan rupiah dapat menguji angka Rp 17.800, dengan potensi penguatan lanjutan ke Rp 17.700 jika titik tersebut dapat ditembus secara meyakinkan.

Apabila penguatan tersebut tidak mampu dipertahankan, rupiah berisiko kembali bergeser ke kisaran Rp 17.900–Rp 18.000.

"Dengan demikian, untuk satu minggu ke depan, kisaran Rp17.700–Rp18.000 per dolar AS dapat menjadi rentang utama yang perlu diperhatikan investor," ucap dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Skenario positif berpeluang terwujud jika tekanan sentimen dolar AS terus mereda, aliran modal asing masuk kembali ke dalam negeri, serta pelaku pasar menilai postur RAPBN 2027 dapat dipercaya. Jika kondisi itu terpenuhi, pergerakan rupiah diproyeksikan mengarah ke zona Rp 17.700–Rp 17.800.

Namun, bila pasar berfokus kembali pada ancaman eksternal atau meragukan kapasitas pemerintah dalam merealisasikan target pertumbuhan tanpa membebani neraca eksternal, mata uang garuda berpotensi mendekati rentang Rp 18.000. Kondisi rupiah menjelang perdagangan Jumat (14/8/2026) ini memang masih tergolong rentan.

Sebelum pidato kenegaraan berlangsung, rupiah sempat terdepresiasi pada pembukaan ke kisaran Rp 17.890 per dolar AS, sebelum akhirnya berbalik menguat setelah pasar mencermati pidato serta arah RAPBN 2027. Di dalam RAPBN 2027 tersebut, pemerintah memasang patokan asumsi nilai tukar rupiah di angka Rp 16.800–Rp 17.500 per dolar AS.

Selain itu, sasaran pertumbuhan ekonomi dipatok pada rentang 5,8–6,5 persen dengan batas defisit anggaran di tingkat 1,8–2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Kalau fokusnya dampak dalam satu minggu perdagangan ke depan, saya melihat efek pidato Presiden Prabowo terhadap rupiah dan investor akan lebih berupa penguatan kepercayaan secara bertahap, bukan lonjakan penguatan rupiah secara langsung," tutup dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar