Saham FUJI, TIFA, dan FPNI Melonjak Lebih dari 20 Persen

Ilustrasi saham lapis kedua (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:07:04 WIB

JAKARTA – Di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,86% ke angka 6.394,12 pada penutupan Rabu (19/8/2026), beberapa saham lapis kedua justru mengalami kenaikan pesat melampaui 20%.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) yang bergerak di sektor pembiayaan melonjak 25% hingga Rp260. Kenaikan tersebut disusul oleh PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) dari sektor sejenis yang menguat 24,84% ke Rp382.

Pada sektor petrokimia, PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) turut melesat 24,42% menjadi Rp540. Sementara itu, saham sektor konstruksi dan BUMN Karya melalui PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) meningkat 23,64% ke Rp68, disertai TRUS yang menguat lebih dari 20%.

Di luar pergerakan saham-saham tersebut, penguatan di tingkat sektoral pada hari itu berlangsung sangat terbatas. Dari total 11 sektor, hanya sektor infrastruktur dengan kenaikan 0,73% dan properti yang naik 0,63% yang mampu bertahan di zona hijau.

Sembilan sektor lainnya mencatatkan penurunan dengan penurunan terpanjang dipimpin oleh sektor bahan baku sebesar 1,14%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa lonjakan individu pada saham-saham di atas terjadi saat sentimen pasar secara keseluruhan sedang tertekan.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia menetapkan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% selama tiga kali Rapat Dewan Gubernur berturut-turut sejak Juni 2026. Langkah tersebut telah sesuai dengan perkiraan konsensus pasar.

Suku bunga deposit facility serta lending facility juga masing-masing dipertahankan pada kisaran 4,75% dan 6,5%. BI memproyeksikan pertumbuhan PDB tahun 2026 berada pada rentang 4,9-5,7% dengan target inflasi sebesar 2,5±1%.

Sementara dari luar negeri, risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) tanggal 28-29 Juli 2026 yang diumumkan Rabu waktu AS memperlihatkan bahwa keputusan The Fed menahan suku bunga pada 3,50-3,75% tidak disetujui secara bulat. Tiga presiden bank sentral regional AS, yaitu Lorie Logan, Beth Hammack, dan Neel Kashkari, memberikan suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dokumen tersebut memperlihatkan adanya kehati-hatian dari sejumlah pejabat The Fed mengenai pengetatan kondisi keuangan. Kini, estimasi pasar terkait peluang The Fed kembali menahan suku bunga pada September mendatang meningkat ke angka sekitar 65% dari posisi berimbang 50%.

Reporter: Akbar