Harga CPO Bursa Malaysia Capai Level Tertinggi dalam 20 Bulan

Ilustrasi minyak sawit (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:50:20 WIB

JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali mengalami penguatan di pasar internasional. Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives bahkan mencatatkan posisi tertinggi dalam kurun waktu sekitar 20 bulan akibat lonjakan permintaan bahan bakar nabati dan potensi penyempitan pasokan.

Pada sesi perdagangan Kamis (20/8/2026), harga CPO di Bursa Malaysia sempat naik 1,7% mencapai RM4.977 per ton. Angka ini mencatatkan rekor intrahari tertinggi sejak Desember 2024.

Kenaikan harga tersebut didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap konsumsi CPO di sektor energi. Rencana pelaksanaan program mandatori biodiesel B50 di Indonesia menjadi salah satu pemicu utama kenaikan konsumsi minyak sawit dalam negeri.

Sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia kini mengalihkan lebih banyak CPO untuk bahan bakar nabati. Hal ini berpotensi memangkas kuota CPO yang dialokasikan untuk ekspor.

Di samping faktor permintaan, pelaku pasar turut mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat faktor cuaca. Menguatnya fenomena El Niño menebar kekhawatiran terhadap produktivitas kelapa sawit di daerah-daerah penghasil utama.

Perpaduan antara melambungnya kebutuhan biodiesel dan risiko penurunan hasil panen membuat pelaku industri mulai mengantisipasi kian ketatnya keseimbangan pasokan dan permintaan CPO dunia.

Kondisi positif ini juga menular ke pasar CPO dalam negeri. Berdasarkan catatan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO dipatok sebesar Rp15.925/kg pada Kamis (20/8/2026).

Nilai tersebut naik Rp170/kg atau sekitar 1,08% jika dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Rabu (19/8/2026) yang sebesar Rp15.755/kg.

Pertumbuhan harga di KPBN serta menguatnya kontrak di Bursa Malaysia menandakan bahwa pasar sawit tengah disokong oleh faktor fundamental, khususnya prospek konsumsi biodiesel dan kekhawatiran pasokan.

Apabila kecenderungan ini terus berlanjut, tingginya penyerapan CPO untuk energi domestik Indonesia diprediksi menjadi faktor kunci yang memengaruhi pergerakan harga minyak sawit dunia ke depan.

Reporter: Akbar