Emas Tembus 4.600 Dolar AS per Ons dan Catat Rekor Kenaikan Mingguan

Ilustrasi emas naik (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:37:29 WIB

JAKARTA – Harga emas melonjak ke titik tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir pada Jumat (21/8) dan berada di jalur penguatan mingguan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Lonjakan ini didukung oleh keberhasilan menembus level teknikal utama di tengah rencana intervensi pasar obligasi AS yang menekan nilai tukar dolar AS.

Emas spot mencatatkan kenaikan 2,4% ke posisi $4.623,94 per ons pada pukul 1:41 siang EDT (17:41 GMT), setelah sempat menyentuh $4.631,99 yang merupakan level tertinggi sejak 15 Mei. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 2,4% pada level $4.680,60.

Sepanjang pekan ini, harga emas telah tumbuh lebih dari 5%, termasuk mencetak lompatan harian terbesar sejak awal Februari pada hari Rabu.

Logam mulia tersebut saat ini bergerak di atas seluruh indikator rata-rata bergerak utama setelah melampaui rata-rata bergerak 200 hari di kisaran $4.513. Lonjakan melintasi ambang batas ini umumnya dinilai oleh analis teknikal sebagai indikasi tren menguat (bullish).

"Faktor besar, tentu saja, adalah teknikal... langkah selanjutnya adalah $4.700 jika momentum ini berlanjut, tetapi saya juga berpikir ini sangat didorong oleh penurunan dolar AS," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mata uang dolar AS tertekan mendekati posisi terendahnya sejak pertengahan Mei akibat keraguan investor terhadap efektivitas langkah Departemen Keuangan AS dalam menstabilkan pasar obligasi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan pada hari Kamis mengenai peluang perluasan program pembelian kembali Treasury, sehari setelah pemerintah mengumumkan rencana penggandaan nilai buyback sekuritas jangka panjang.

"Permintaan opsi beli emas telah meningkat tajam di tengah permintaan baru untuk lindung nilai kebijakan makro global, menciptakan penguat harga mekanis baik ke sisi atas maupun bawah," kata Goldman Sachs dalam sebuah catatan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Laporan Goldman Sachs menambahkan bahwa memudarnya keyakinan pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga AS—seiring jeda kebijakan The Fed pada Juli dan melandainya data ekonomi—turut membangkitkan minat spekulatif di pasar emas COMEX serta permintaan ETF emas.

Di sektor pasar fisik, lonjakan harga terbaru ini menahan daya beli konsumen ritel di India, sedangkan tingkat permintaan di Tiongkok cenderung bertahan stabil.

Berdasarkan rilis data pada hari Jumat, bank sentral Polandia tercatat memangkas volume penambahan cadangan emasnya menjadi 7,8 metrik ton pada bulan Juli.

Untuk komoditas logam lainnya, perak spot menguat 2,3% ke angka $69,62 per ons, platinum naik 2,8% menjadi $1.878,58, dan paladium terangkat 0,8% ke level $1.344,96. Keseluruhan komoditas logam mulia tersebut diproyeksikan menutup perdagangan pekan ini dengan performa positif.

Reporter: Akbar