Harga Perak Dunia Melesat Dekati US$ 70 per Troy Ons

Ilustrasi perak (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:23:28 WIB

JAKARTA – Harga perak dunia mengalami lonjakan sepanjang pekan ini. XAG/USD mengakhiri perdagangan Jumat (21/8/2026) pada posisi US$68,97 per troy ons, menguat US$4,31 atau 6,67% dibanding penutupan pekan sebelumnya di level US$64,66.

Awal pekan dibuka dengan penguatan perak sebesar 1,77% ke posisi US$65,80 pada Senin. Namun, harganya merosot 3,80% menjadi US$63,30 pada Selasa.

Tekanan tersebut segera terbalas pada Rabu ketika perak meluas 5,72% ke US$66,92, lalu naik lagi 1,73% menuju US$68,07 pada Kamis. Pada Jumat, harga bertambah 1,31% dan menutup pekan di angka US$68,97.

Sepanjang pekan, penutupan tertinggi berada pada level US$68,97 dan terendah US$63,30. Rentang penutupan yang mencapai US$5,67 atau sekitar 8,77% menandakan volatilitas masih sangat tinggi.

Penurunan pada Selasa terutama disebabkan oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS serta melonjaknya kembali risiko inflasi akibat harga energi. Situasi ini menjadikan aset tanpa imbal hasil seperti perak tampak kurang menggiurkan.

Sentimen pasar berubah usai pemerintah AS mengumumkan penambahan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Tindakan tersebut mengurangi tekanan di pasar obligasi, melemahkan dolar AS, dan memicu kebangkitan logam mulia.

Risalah rapat bank sentral AS pada dasarnya masih bersikap hawkish. Sejumlah pejabat berpandangan pengetatan kebijakan mungkin diperlukan jika inflasi tidak kunjung mereda, yang tetap menjadi risiko bagi perak karena kenaikan suku bunga dapat kembali melambungkan dolar dan imbal hasil obligasi.

Sisi fundamental perak masih ditopang oleh ketatnya pasar fisik serta proyeksi defisit pasokan selama enam tahun beruntun pada 2026. Kondisi ini berpotensi menahan penurunan sewaktu timbul aksi ambil untung.

Struktur teknikal perak saat ini membentuk pola higher high dan higher low. Penutupan harga pada Jumat sekaligus menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Juni.

Rata-rata penutupan lima hari berada pada US$66,61, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 10 hari sebesar US$65,79 dan rata-rata 20 hari US$62,62. Formasi ini menunjukkan momentum jangka pendek yang bullish.

Indeks kekuatan relatif atau RSI 14 hari berada pada kisaran 65,84. Walau momentum masih kuat dan belum menyentuh area jenuh beli, posisinya tergolong tinggi sehingga risiko aksi ambil untung tetap perlu diwaspadai.

Pada periode perdagangan 24-28 Agustus 2026, XAG/USD diproyeksikan bergerak bullish-volatile dalam kisaran US$65,80-US$72,70 per troy ons.

Level US$68,07 menjadi support terdekat, disusul US$66,92 dan US$65,80. Peluang penguatan lanjutan tetap terbuka selama harga bertahan di atas US$65,80.

Dari batas atas, US$70,17 bertindak sebagai resistance sekaligus level psikologis krusial. Penutupan harian di atas titik tersebut berpotensi melapangkan jalan menuju US$72,70-US$73,87.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$65,80 bakal menyeret perak menguji kembali level US$64,66. Apabila US$63,30 turut tertembus, momentum bullish jangka pendek terancam gugur.

Pasar pekan depan bakal menyoroti data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS serta agenda pertemuan bank sentral dunia di Jackson Hole. Pergerakan dolar, imbal hasil obligasi, harga minyak, dan dinamika konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor penentu utama.

Arah perak masih bernilai positif selama harganya bertahan di atas US$65,80. Namun, usai menguat selama tiga hari berturut-turut, investor diimbau mewaspadai aksi ambil untung sebelum harga berusaha menembus US$70,17.

Reporter: Akbar