Dolar AS Melemah, Franc Swiss Menguat di Tengah Risiko Geopolitik

Ilustrasi Franc Swiss menguat terhadap dolar AS di tengah kebijakan fiskal Washington yang tak terduga. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26:57 WIB

JAKARTA – Franc Swiss menguat terhadap dolar AS setelah kebijakan fiskal tak terduga Washington untuk membatasi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan greenback.

Pasangan USD/CHF turun setelah menguat selama dua hari dan diperdagangkan di sekitar 0,8000 pada sesi Asia, Senin (24/8/2026).

Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah Departemen Keuangan AS berjanji setidaknya menggandakan pembelian kembali atau buyback utang pemerintah bertenor lebih panjang untuk menahan kenaikan imbal hasil obligasi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan nilai buyback tersebut dapat melampaui 4 miliar dolar AS. Langkah itu menjadi sinyal bahwa imbal hasil tinggi dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi yang mendasarinya.

Analis ING menilai fokus otoritas AS yang lebih besar untuk mendukung pasar obligasi pemerintah AS menjadi sentimen positif bagi aset berisiko. Mereka memperkirakan volatilitas tetap rendah dan minat terhadap strategi carry trade tetap kuat.

Namun, pelemahan dolar AS berpotensi terbatas akibat meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan meningkat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut sanksi AS yang akan datang sebagai tindakan putus asa. Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei juga memperingatkan adanya pembalasan besar jika Presiden AS Donald Trump mengambil langkah lanjutan.

Swiss National Bank (SNB) mempertahankan suku bunga kebijakan di 0% dan diperkirakan mempertahankan sikap tersebut hingga 2027. SNB kembali menegaskan kesiapannya melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan apresiasi franc yang berlebihan.

Sebagian besar ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga pertama SNB terjadi pada awal 2028. Namun, pasar telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan paling cepat pada Maret 2027.

Perubahan ekspektasi tersebut dapat membuat franc semakin menarik sebagai mata uang pendanaan dalam strategi carry trade.

Pada grafik harian, USD/CHF diperdagangkan di level 0,8000 dan mempertahankan bias bearish jangka pendek karena harga berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) jangka pendek dan menengah.

Susunan EMA di atas harga spot menunjukkan pergerakan pasangan mata uang tersebut masih terbatas. Relative Strength Index (RSI) 14 hari di sekitar 40 mengindikasikan tekanan penurunan masih berlanjut, tetapi belum memasuki kondisi jenuh jual.

Resistance awal berada di sekitar EMA sembilan pada level 0,8049, disusul EMA 50 di 0,8060. Kedua level tersebut membentuk zona tekanan jual yang perlu ditembus pembeli untuk meredakan bias bearish.

Belum terdapat support struktural terdekat dalam data. Karena itu, penurunan lebih lanjut dari level saat ini dapat mendorong USD/CHF mencari zona permintaan baru di bawah 0,8000. Dicha?

Risiko pergerakan tetap condong ke bawah selama pasangan mata uang tersebut diperdagangkan di bawah moving average.

 

Reporter: Ibtihal