JAKARTA – Perdagangan pada Senin (24/8/2026) mencatat penurunan harga minyak sawit mentah (CPO), yang mengakhiri reli penguatan selama lima hari beruntun. Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya harga minyak kedelai serta munculnya ekspektasi penurunan permintaan biofuel di Amerika Serikat (AS).
Pada pukul 14.58 WIB, kontrak acuan CPO pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives merosot 1,43% ke level 4.940 ringgit Malaysia per ton. Meskipun sempat melesat ke level tertinggi sejak Desember 2024, harga CPO akhirnya terkoreksi seiring anjloknya harga minyak kedelai di Chicago.
Menurut seorang trader di Kuala Lumpur, sentimen pasar mengalami tekanan setelah Badan Perlindungan Lingkungan AS (Environmental Protection Agency/EPA) memberi sinyal perpanjangan tenggat 1 September terkait pemenuhan ketentuan pencampuran biofuel bagi perusahaan pengolah minyak di AS.
"Kontrak minyak kedelai Desember di Chicago turun lebih dari 2 persen dalam perdagangan semalam pada Jumat dan kembali melemah 2,7 persen pada Senin, sehingga menekan sentimen secara keseluruhan," ujar trader tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai terpantau mengalami penurunan sebesar 2,73%. Arah pergerakan harga CPO senantiasa mengekor harga minyak nabati saingannya lantaran berebut pangsa pasar minyak nabati dunia.
Pada Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif terkoreksi 0,15%, sementara kontrak minyak sawit justru menguat 0,3%. Selain faktor minyak nabati, pergerakan harga minyak mentah dunia juga turut membebani CPO.
Harga minyak mentah tergerus lebih dari USD1 per barel akibat aksi ambil untung oleh investor menjelang pengumuman Washington soal potensi sanksi tambahan untuk Iran, yang berisiko mengganggu pasokan energi Timur Tengah. Merosotnya harga minyak mentah menjadikan CPO kurang kompetitif sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.
Di sisi lain, nilai tukar ringgit Malaysia sebagai mata uang transaksi CPO terkikis 0,07% terhadap dolar AS. Pelemahannya membuat harga komoditas CPO ini relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.