Proyeksi IHSG Rabu 26 Agustus Support 6.488, Resistance 6.507, Saham Emas Jadi Sorotan

Ilustrasi IHSG diperkirakan menguat terbatas dengan support di 6.488 dan resistance di 6.507 pada 26 Agustus 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:26:38 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Rabu 26 Agustus 2026. Pada Senin 24 Agustus 2026, IHSG ditutup melemah 24,26 poin atau 0,37% ke level 6.501,67.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Rabu 26 Agustus 2026.

Ia menempatkan level support di 6.488 dan resistance di 6.507.

"Untuk Rabu, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.488 dan resistance 6.507," ujar Herditya Senin 24 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Herditya, investor akan mencermati pergerakan harga emas yang masih cenderung menguat. Selain itu, pelaku pasar juga akan menantikan agenda Jackson Hole serta sejumlah rilis data makroekonomi Amerika Serikat pada pekan ini.

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, investor disarankan tetap mencermati pergerakan rupiah dan bursa global, terutama karena indikator teknikal menunjukkan ruang penguatan IHSG yang masih terbuka tetapi mulai berhadapan dengan area resistance.

Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, secara teknikal IHSG masih bertahan di atas moving average 100. Histogram MACD juga masih berada di area positif, meski indikator Stochastic RSI mulai mendekati area overbought.

"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.450-6.570 pada perdagangan Rabu," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.

ANTM memiliki target harga Rp 3.300-Rp 3.450 per saham. Sementara PTBA ditargetkan berada pada kisaran Rp 2.520-Rp 2.570 per saham dan TINS di kisaran Rp 4.300-Rp 4.420 per saham.

 

Reporter: Ibtihal