Rupiah Diproyeksi Stabil Hari Ini Saat Pasar Menanti Pidato Warsh

Ilustrasi Rupiah (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:02:58 WIB

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan berlangsung terbatas pada perdagangan hari ini (27/8/2026). Perlu diingat bahwa rupiah cenderung stagnan saat merespons berbagai sentimen global maupun domestik pada Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot melemah tipis 0,01 persen dan ditutup pada posisi Rp 17.725 per dolar AS pada Rabu (26/8/2026). Senada dengan hal tersebut, kurs rupiah Jisdor juga terkoreksi 0,08 persen ke level Rp 17.717 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa performa perekonomian nasional yang belum maksimal menjadi salah satu sentimen domestik yang dipantau pasar.

Ibrahim turut meyakini penyaluran kredit masih sanggup dipacu, mengoptimalkan undisbursed loan yang kini menyentuh Rp 2.548 triliun atau berkisar 21 persen dari plafon, serta memperkuat daya beli warga.

Dirinya menilai ruang ekspansi masih terbuka lebar lewat peningkatan kredit bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah penguatan pembiayaan pada segmen ini dianggap krusial untuk menopang daya beli warga sekaligus memacu percepatan pertumbuhan ekonomi.

Melihat faktor eksternal, para pelaku pasar terus memantau arah kebijakan moneter Federal Reserve. Pidato Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole menjadi salah satu sorotan utama para investor.

"Pidato Warsh di Jackson Hole dapat memberikan indikasi yang lebih jelas mengenai pandangan The Fed terhadap keseimbangan antara inflasi yang persisten dan prospek ekonomi secara keseluruhan," jelas Ibrahim sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, investor bakal memantau rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. Data itu akan menyajikan gambaran susulan terkait kondisi ekonomi serta tekanan inflasi di Negeri Paman Sam.

Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins pada kesempatan sebelumnya menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah untuk saat ini, dengan catatan inflasi terus menunjukkan kemajuan menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Perhatian para investor kini beralih pada data PCE AS dan pidato penting pertama Warsh sebagai Ketua The Fed di simposium Jackson Hole pada hari Jumat," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menimbang beragam sentimen itu, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.720 - Rp 17.760 per dolar AS sepanjang hari ini.

Reporter: Akbar