Pendapatan BEI Tembus Rp2,17 Triliun Semester I 2026

Ilustrasi Laba bersih BEI semester I 2026 naik 178,83 persen menjadi Rp779,97 miliar. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 31 Agustus 2026 | 01:01:13 WIB

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan kinerja sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

BEI membukukan laba bersih Rp779,97 miliar per Juni 2026, melonjak 178,83 persen dari Rp279,72 miliar tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba ditopang pendapatan yang naik 56,37 persen menjadi Rp2,17 triliun dari Rp1,39 triliun pada semester I 2025.

Pendapatan transaksi bursa mencapai Rp1,73 triliun, naik dari Rp1,01 triliun. Rinciannya: jasa transaksi efek Rp962,25 miliar, jasa kliring Rp483,09 miliar, jasa pencatatan Rp141,67 miliar, serta jasa informasi dan fasilitas lainnya Rp147,30 miliar.

Pendapatan non-transaksi bursa Rp111,02 miliar, naik dari Rp85,75 miliar. Segmen ini terdiri atas teknologi informasi Rp46,5 miliar, jasa riset, edukasi, dan data harga pasar Rp23,07 miliar, pendanaan repo Rp13,69 miliar, pendanaan marjin Rp13,28 miliar, pendidikan sertifikasi Rp4,61 miliar, jasa kliring derivatif Rp3,87 miliar, serta pendapatan lain Rp5,97 miliar.

BEI juga mencatat pendapatan investasi Rp177,84 miliar, bagian laba bersih entitas asosiasi Rp116,44 miliar, dan keuntungan kurs mata uang asing neto Rp16,83 miliar.

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar naik menjadi Rp8,4 miliar per akhir kuartal II 2026, dari Rp2,96 miliar tahun lalu.

Per 30 Juni 2026, BEI memiliki aset Rp15,79 triliun, naik dari Rp14,78 triliun per 31 Desember 2025. Liabilitas Rp5,66 triliun, naik dari Rp5,33 triliun, sementara ekuitas Rp10,13 triliun dari Rp9,45 triliun.

Kas dan setara kas BEI tercatat Rp1,3 triliun pada akhir Juni 2026, relatif sama dengan periode tahun lalu.

Reporter: Ibtihal