BEI Luncurkan IDX Green Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia meluncurkan label IDX Green untuk mendukung ekonomi berkelanjutan. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 31 Agustus 2026 | 01:03:43 WIB

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan label IDX Green untuk membantu investor mengenali emiten yang berkontribusi pada ekonomi hijau. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan transparansi aktivitas hijau dan memperluas pemanfaatan produk investasi berbasis ESG.

IDX Green memiliki dua klasifikasi, yaitu green equity designation untuk emiten dengan pendapatan dan investasi yang berkontribusi pada ekonomi hijau, serta green equity transition designation untuk emiten yang sedang bertransisi.

Kriteria penetapan antara lain lebih dari 50 persen pendapatan tahunan atau Opex/Capex perusahaan berasal dari aktivitas ekonomi hijau. Penilaian dilakukan menggunakan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dari OJK dan dievaluasi setiap tahun.

BEI menegaskan IDX Green bukan pemeringkatan atau rekomendasi investasi, melainkan label visibilitas yang diberikan kepada perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria berdasarkan review independen. Investor tetap perlu melakukan analisis menyeluruh sebelum berinvestasi.

Manfaat IDX Green bagi investor adalah mempermudah identifikasi emiten hijau, memberikan standar lebih jelas, serta mengurangi risiko greenwashing. Label ini juga mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

Peluncuran perdana IDX Green menetapkan tiga emiten: PT Hero Global Investment Tbk (HGII) sebagai green equity, PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) sebagai green equity, dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sebagai green equity transition.

Mengutip data perdagangan Senin (31 Agustus 2026), IHSG sesi I terkoreksi 0,01 persen ke level 6.517,24. Saham HGII turun 2,65 persen ke Rp147, KEEN melemah 9,9 persen ke Rp910, dan TOBA terkoreksi 16,89 persen ke Rp615.

Reporter: Ibtihal