IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Terbatas, MEDC dan ESSA Jadi Rekomendasi

Ilustrasi IHSG diprediksi menguat terbatas dengan rentang support 6.428 dan resistance 6.585 pada 1 September 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 01 September 2026 | 21:08:55 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan hari ini 1 September 2026.

Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 0,11% ke level 6.525,48 pada Senin 31 Agustus 2026.

Alhasil, IHSG ditutup menguat 4,64% secara bulanan atau Month on Month (MoM) di sepanjang Agustus 2026.

Namun sepanjang tahun berjalan 2026, IHSG masih terkoreksi 24,53%.

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis mengatakan, tekanan bagi IHSG datang dari pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang cenderung hawkish serta konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan hingga koreksi harga emas.

"Serta pelaku pasar tengah mengantisipasi efektifnya rebalancing indeks MSCI bulan Agustus, telah menjadi faktor-faktor yang memengaruhi tekanan indeks," jelasnya, Senin 31 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Alrich menjelaskan, secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5 dan Stochastic RSI membentuk indikasi reversal di area pivot.

Namun, lanjut dia, indikator histogram positif MACD melemah.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran level 6.450-6.570 pada perdagangan awal September 2026," kata Alrich, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan, IHSG menguat dengan kecenderungan terbatas.

Investor dapat mencermati support di level 6.502 dan resistance 6.537.

"Investor menanti ada rilis data inflasi dan neraca dagang Indonesia, tak hanya itu, investor juga mencermati tensi geopolitik Timur Tengah yang belum meredam," jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi bilang, data inflasi Indonesia periode Agustus 2026 yang diperkirakan tumbuh sebesar 2,86% YoY dan rilis data PMI manufaktur yang diperkirakan masih di zona ekspansif atau di level 50,5 juga menjadi penopang pergerakan IHSG.

"Sehingga hal ini akan cenderung direspon moderat oleh pasar karena belum adanya perubahan materil," kata Audi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Audi mencermati, pergerakan IHSG juga dipengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah seiring dengan pelemahan DXY sehingga pasar akan cenderung merespon positif jika tren berlanjut.

Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp17.722 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin 31 Agustus 2026.

"Di sisi lain, kenaikan harga minyak pasca serangan militer AS dengan target rocket launcher dan menjadikan serangan pertama lebih dari sebulan terakhir kembali meningkatkan kekhawatiran pasar," jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Oleh karena itu, Audi memproyeksikan, IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 6.428 dan resistance 6.585 dengan indikator MACD menunjukkan tren yang melandai.

Untuk perdagangan hari ini 1 September 2026, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy MEDC dengan support di Rp1.340 dan resistance di level Rp1.545.

Kemudian trading buy ESSA dengan area support dan resistance di Rp610–Rp720.

Reporter: Ibtihal