IHSG Berpeluang Tembus Level Resistance 6.650-6.732

Ilustrasi IHSG menguat 0,16 persen pada awal perdagangan Rabu, didukung oleh sektor teknologi, keuangan, dan kesehatan. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 02 September 2026 | 21:42:25 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Rabu (2/9/2026), meski bursa Asia berguguran akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Mengutip data RTI, pukul 09.08 WIB IHSG naik 0,16 persen atau 10,876 poin ke level 6.610,819. Sebanyak 252 saham menguat, 234 melemah, dan 220 stagnan. Volume perdagangan mencapai 5,6 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 2 triliun.

Enam indeks sektoral menopang IHSG, dengan tiga sektor utama: IDX-Techno naik 3,27 persen, IDX-Finance 0,94 persen, dan IDX-Health 0,65 persen.

Top Gainers LQ45:

  • MEDC naik 2,40% ke Rp 1.495
  • PTBA naik 2,25% ke Rp 2.730
  • ITMG naik 2,02% ke Rp 26.525

Top Losers LQ45:

  • CUAN turun 3,87% ke Rp 870
  • AADI turun 3,45% ke Rp 10.500
  • ADRO turun 3,24% ke Rp 2.690

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan resistance di 6.650. Jika breakout, momentum bisa berlanjut ke kisaran 6.665–6.732.

Sementara itu, bursa Asia melemah. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,8 persen, KOSPI Korea Selatan anjlok 3 persen, dan Nikkei 225 Jepang merosot 2,2 persen. Harga minyak Brent naik 0,7 persen ke USD 95,34 per barel setelah serangan udara AS ke Iran.

Kondisi ini menegaskan kontras antara IHSG yang masih mampu menguat dan bursa Asia yang tertekan oleh faktor geopolitik dan energi.

Reporter: Ibtihal