Warga Keluhkan Harga BBM Non-Subsidi Naik Lagi Dua Hari Beruntun

Ilustrasi BBM Non-Subsidi (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 03 September 2026 | 22:55:05 WIB

JAKARTA – Sejumlah warga mengeluhkan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali naik dua hari beruntun.

Salah satu jenis bensin yang mengalami penyesuaian adalah Pertamax Turbo, dari yang sebelumnya Rp 18.300 per liter kini menjadi Rp 19.600 per liter. Kenaikan sebesar Rp 1.300 per liter ini dinilai membebani warga yang sudah memilih tidak menggunakan BBM bersubsidi.

"Naik Rp 1.000 kayak gitu nyekik banget sih. Rp 1.000 per liter, bukan per lima liter atau per full tank," ungkap salah satu pengendara motor Sakti (26) kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sakti menceritakan bahwa sebelum penyesuaian harga terjadi, biaya pengisian bensin secara penuh untuk motornya yang berkapasitas 5,5 liter hanya berkisar Rp 60.000 hingga Rp 70.000-an. Namun, saat ini uang senilai Rp 100.000 lebih tidak lagi cukup untuk mengisi tangki kendaraan miliknya hingga penuh.

Di samping itu, pengisian bensin secara penuh tersebut hanya bertahan selama tiga hari akibat jarak tempat tinggal ke kantornya yang terbilang jauh. Alhasil, dirinya wajib melakukan pengisian bensin secara penuh sekurang-kurangnya dua kali dalam satu minggu.

Pengendara sepeda motor lainnya, Dewiyani (30), turut merasakan hal serupa dan harus merogoh kocek lebih dalam akibat harga BBM non-subsidi yang merangkak naik.

"Biasanya kan mengisi Rp 50.000-an saja bensin tuh sudah penuh, cuma kalau sekarang mah berkurang lumayan karena harganya naik," jelas dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dewiyani menegaskan bahwa dirinya secara sadar menghindari penggunaan BBM subsidi atau Pertalite lantaran merasa mampu secara finansial. Meski begitu, lonjakan harga BBM non-subsidi yang terus berlanjut tetap saja dirasa amat memberatkan baginya.

"Enggak mau pakai subsidi karena merasa banyak yang lebih membutuhkan. Tapi, kalau harga BBM non-subsidinya naik terus kaminya yang tercekik," sambung dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pengendara lain bernama Nur (23) ikut menyampaikan keluhan terkait harga bensin yang kembali melambung tinggi padahal sempat menurun beberapa waktu lalu.

"Padahal kemarin sudah sempat turun Rp 1.000, sekarang malah naik lagi Rp 1.300 per liter untuk turbo," ungkap dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nur menilai bahwa penurunan senilai Rp 1.000 kemarin pun sebenarnya masih terasa berat bagi kantongnya, terlebih setelah ditambah lonjakan harga sekitar Rp 1.300 per liter saat ini.

Sebagai informasi tambahan, Pertamina baru saja menyesuaikan harga beberapa varian BBM non-subsidi dua hari berturut-turut pada kurun waktu 1 September hingga 2 September 2026. Penyesuaian ini berdampak pada Pertamax Turbo RON 98 yang melonjak dari harga Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter.

Sementara itu, varian Dexlite terkerek naik dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, serta Pertamina Dex bergeser dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter. Menyusul deretan tersebut, harga Pertamax Green 95 juga ikut merangkak naik pada tanggal 2 September 2026 menjadi Rp 19.150 per liter.

Reporter: Akbar