Saham Teknologi dan AI Jadi Penggerak Kenaikan Bursa AS

Ilustrasi S&P 500 naik 1,06 persen didorong sentimen kebijakan suku bunga The Fed. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 04 September 2026 | 21:20:21 WIB

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat tajam pada Kamis (3/9/2026) setelah komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meredakan kekhawatiran investor terkait potensi kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 624,16 poin atau 1,18 persen ke 53.686,11. S&P 500 menguat 81,11 poin atau 1,06 persen ke 7.747,71. Nasdaq Composite melonjak 366,23 poin atau 1,40 persen ke 26.584,06. Ketiga indeks berada di jalur kenaikan mingguan.

Waller menyatakan mendukung keputusan mempertahankan suku bunga jika data ekonomi menunjukkan inflasi mereda, namun tetap membuka peluang kenaikan bila inflasi tidak turun. 

Komentar ini membuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed September turun menjadi 50,4 persen dari 63,2 persen sehari sebelumnya. Yield US Treasury juga melemah untuk sesi kedua.

Data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran rendah, aktivitas sektor jasa meningkat, namun harga input jasa mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022. Defisit perdagangan internasional melebar 24,4 persen. 

Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menambah 56.000 lapangan kerja pada Agustus dengan tingkat pengangguran tetap 4,1 persen.

Saham teknologi dan AI menjadi pendorong utama. Nvidia naik 1,8 persen setelah mengumumkan akuisisi Hugging Face senilai US$12,9 miliar. Snowflake melonjak 16,6 persen berkat proyeksi pertumbuhan pendapatan kuat, sementara ServiceNow, Salesforce, dan Adobe naik 2,1–6,5 persen.

Saham terkait kripto juga menguat: Strategy naik 17,6 persen, Coinbase Global 10,1 persen, dan Robinhood Markets 16,6 persen. Dari 11 sektor S&P 500, consumer discretionary menjadi penguat terbesar, sedangkan sektor energi melemah.

Pergerakan ini menunjukkan bagaimana Wall Street merespons sinyal kebijakan The Fed sekaligus dorongan dari saham AI dan kripto.

Reporter: Ibtihal