Dinamika Harga TBS Sawit Kalimantan Barat Terpengaruh CPO dan Indeks K

Ilustrasi Sawit (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 05 September 2026 | 20:06:35 WIB

PONTIANAK – Pergerakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat bergerak fluktuatif sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.

Dinamika naik-turunnya harga komoditas ini sangat dipengaruhi oleh perubahan harga crude palm oil (CPO), harga inti sawit (kernel), serta penyesuaian capaian indeks K yang diputuskan secara berkala oleh Tim Penetapan Harga Pembelian TBS.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalbar, Rino Anteno Tengo, menyampaikan bahwa pergerakan angka tersebut sejatinya merujuk pada mekanisme pasar industri kelapa sawit.

"Dinamika harga TBS sawit tersebut merupakan bagian dari mekanisme pembentukan harga yang mengikuti perkembangan komponen utama industri kelapa sawit," ujar Rino Anteno Tengo di Pontianak, Kamis dikutip dari Antara sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data rekapitulasi untuk kelompok umur tanaman 10–20 tahun pekebun mitra, harga awal Januari 2026 dibuka pada level Rp3.278,33 per kilogram dengan indeks K 91,68 persen dan harga CPO Rp14.001,47 per kilogram.

Menjelang akhir Januari, nilainya merangkak naik ke Rp3.314,27 per kilogram.

Tren penguatan ini berlanjut pada Februari di posisi Rp3.433,99 per kilogram hingga menembus puncaknya pada Maret 2026 di angka Rp3.765,46 per kilogram, seiring lonjakan harga CPO hingga Rp15.582,74 per kilogram.

"Kenaikan semakin terlihat pada Februari 2026. Harga TBS tercatat mencapai Rp3.433,99 per kilogram pada periode pertama dan terus menguat hingga mencapai puncaknya pada Maret 2026," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Memasuki periode April hingga Juni, harga TBS sempat tertekan secara bertahap hingga menyentuh titik Rp3.370,64 per kilogram di akhir Mei dan Rp3.182,65 per kilogram pada awal Juni.

Kendati demikian, kondisi kembali pulih pada pertengahan Juni dengan lompatan bulanan mencapai 8,29 persen.

Tren positif ini terus berlanjut ke paruh kedua tahun 2026, di mana harga Juli bergerak di rentang Rp3.599,27 hingga Rp3.671,49 per kilogram, sebelum akhirnya menguat pada periode pertama Agustus di level Rp3.691,97 per kilogram dengan indeks K yang naik ke posisi 92,32 persen.

Selain CPO dan indeks K, pergerakan harga kernel yang sempat menembus angka Rp15.000 per kilogram pada April turut menjadi elemen penentu dalam formula harga pembelian TBS pekebun mitra di Kalimantan Barat.

"Dengan demikian, pergerakan harga TBS di Kalbar sepanjang 2026 tidak hanya dipengaruhi kondisi pasar CPO, tetapi juga harga kernel dan perubahan indeks K sebagai bagian dari formula penetapan harga pembelian TBS sawit," kata Rino menjelaskan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar