Harga Minyak Dunia Tembus 96 Dolar AS per Barel, BBM Terancam Naik

Ilustrasi minyak mentah (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 07 September 2026 | 20:16:21 WIB

JAKARTA – Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Senin 7 September 2026.

Kenaikan harga dipicu aksi saling serang antara militer Amerika Serikat dan Iran terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz, yang memperkuat kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak mentah global secara berkepanjangan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengutip dari Investing.com, hingga pukul 08.25 WIB (01.25 GMT), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak November naik 0,5 persen ke level 96,77 dolar AS per barel sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 0,5 persen menjadi 91,94 dolar AS per barel sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sepanjang pekan lalu, Brent tercatat melonjak 7,8 persen, sementara WTI melompat hingga hampir 10 persen seiring merosotnya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Militer AS menyatakan telah menyerang tiga kapal tanker minyak milik Iran pada Sabtu lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber. Langkah ini diambil sebagai balasan setelah pasukan Iran menembakkan rudal balistik ke arah kapal Angkatan Laut AS sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak Iran kemudian mengklaim telah menyerang drone angkatan laut AS dan memperingatkan bahwa serangan balasan yang lebih keras akan diluncurkan jika AS kembali menyerang sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut laporan Press TV, pejabat senior keamanan Iran menegaskan Tehran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, dengan ancaman sanksi bagi kapal yang melintas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Eskalasi militer ini mengancam kelancaran jalur distribusi energi global sebagaimana dilansir dari berita sumber. Selat Hormuz merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia yang menjadi jalur melintas sekitar seperlima dari total konsumsi minyak harian global sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Data dari perusahaan analisis Kpler per Senin (7/9/2026) menunjukkan bahwa lalu lintas kapal komoditas di Selat Hormuz telah anjlok ke level terendah sejak Mei lalu, yakni hanya sekitar 10 kapal per hari, seiring meningkatnya risiko keamanan yang harus dihadapi oleh para operator kapal sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar