Update Harga BBM Pertamina dan Swasta di Jawa Timur September 2026

Ilustrasi BBM Nonsubsidi (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 10 September 2026 | 21:25:21 WIB

SURABAYA – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak awal bulan ini masih terus menjadi sorotan warga di Surabaya serta wilayah Jawa Timur lainnya.

Pada Kamis, 10 September 2026, patokan harga BBM Pertamina di daerah Jawa Timur tetap mengacu pada daftar penyesuaian terbaru tersebut. Beberapa varian BBM non-subsidi terpantau naik, sedangkan jenis subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.

Bagi pengguna kendaraan bermotor di area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, hingga wilayah sekitarnya, berikut rincian harga BBM yang dapat dijadikan pedoman.

Di kelompok bensin Pertamina, Pertalite masih dipasarkan dengan harga paling terjangkau, yaitu Rp10.000 per liter.

Untuk Pertamax dengan oktan RON 92 dipatok sebesar Rp15.950 per liter, di mana angka ini tetap stabil sejak awal September 2026.

Adapun Pertamax Green 95 yang memiliki angka oktan lebih tinggi kini dipasarkan senilai Rp19.150 per liter, naik dari harga sebelumnya yaitu Rp16.600 per liter.

Pertamax Turbo dengan RON 98 dijual seharga Rp19.600 per liter, mengalihkan posisi harga Agustus yang berada pada kisaran Rp18.300 per liter atau naik sebesar Rp1.300.

Lonjakan harga paling signifikan terlihat di kategori bahan bakar mesin diesel nonsubsidi. Dexlite sekarang dilepas seharga Rp23.700 per liter, melonjak Rp4.000 dari harga lamanya senilai Rp19.700 per liter.

Kenaikan tajam juga terjadi pada Pertamina Dex yang kini menyentuh Rp25.200 per liter, alias merangkak naik sebesar Rp4.050 dibanding harga sebelumnya yakni Rp21.150 per liter.

Sementara itu, jenis Biosolar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Daftar harga BBM Pertamina di Jawa Timur per liter:

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Pertamax: Rp15.950

Pertamax Green 95: Rp19.150

Pertamax Turbo: Rp19.600

Dexlite: Rp23.700

Pertamina Dex: Rp25.200

Lonjakan penyesuaian terbesar di jajaran produk Pertamina dialami oleh BBM jenis diesel, khususnya Pertamina Dex yang bertambah Rp4.050 per liter serta Dexlite yang naik Rp4.000 per liter, disusul Pertamax Turbo dengan kenaikan Rp1.300 per liter.

Kondisi tersebut menyebabkan pengeluaran untuk pengisian bahan bakar kendaraan diesel bertambah secara nyata, terutama bagi pengendara jarak jauh maupun pelaku moda distribusi barang.

Pihak Pertamina menerangkan penyesuaian tarif BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan beberapa indikator mendasar, di antaranya pergerakan harga minyak mentah global, nilai tukar mata uang rupiah, besaran pajak, serta pertimbangan daya beli masyarakat.

Selain operator BUMN, penyedia BBM swasta juga menawarkan produknya kepada masyarakat, meski tingkat ketersediaannya bervariasi di tiap SPBU.

Sebagai perbandingan, BP-AKR menetapkan tarif BP 92 di angka Rp16.130 per liter, BP Ultimate senilai Rp19.330 per liter, serta BP Ultimate Diesel sebesar Rp25.420 per liter.

Stasiun pompa milik Shell mencatatkan harga Shell V-Power Diesel di angka Rp25.420 per liter, yang telah didistribusikan ke sejumlah SPBU wilayah Jawa Timur termasuk Surabaya.

Di sisi lain, produk Revvo 92 milik jaringan Vivo dipasarkan sekitar Rp16.130 per liter, sementara untuk stok varian Revvo 95 dan tipe diesel disarankan untuk dikonfirmasi secara langsung di lokasi SPBU setempat.

Mengenai perbandingan bahan bakar oktan 92, harga Pertamax tercatat lebih kompetitif di kisaran Rp15.950 per liter bila disandingkan dengan BP 92 dan Revvo 92 yang dijual sekitar Rp16.130 per liter.

Pada kelas RON 95, Pertamax Green 95 berada pada kisaran Rp19.150 per liter, sedikit di bawah BP Ultimate yang dipatok Rp19.330 per liter.

Adapun pada segmen diesel nonsubsidi, Pertamina Dex dijual seharga Rp25.200 per liter, sedangkan Shell V-Power Diesel dan BP Ultimate Diesel berada sedikit lebih tinggi pada angka Rp25.420 per liter.

Mempertimbangkan perbedaan tersebut, para pemilik kendaraan di kawasan Surabaya dan sekitarnya dihimbau untuk lebih cermat memperhitungkan alokasi biaya transportasi harian mereka.

Perlu dicatat bahwa tarif ini berpatokan pada data terbaru September 2026. Harga maupun ketersediaan BBM swasta bersifat fluktuatif serta dapat berbeda di tiap SPBU, sehingga konsumen dianjurkan selalu memilih tipe BBM yang sesuai dengan rekomendasi mesin kendaraan.

Reporter: Akbar