JARR Meroket 94,24 Persen, BNI Sekuritas Jadi Pembeli Terbesar

Ilustrasi BNI Sekuritas menjadi broker dengan nilai pembelian terbesar pada saham emiten milik Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), selama periode 11 Agustus-10 September. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 11 September 2026 | 22:25:50 WIB

JAKARTA – BNI Sekuritas menjadi broker dengan nilai pembelian terbesar pada saham emiten milik Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), selama periode 11 Agustus-10 September. Nilai pembelian BNI Sekuritas mencapai Rp41,5 miliar.

BNI Sekuritas memimpin transaksi beli JARR. Di posisi berikutnya terdapat Semesta Indovest Sekuritas dengan nilai pembelian Rp13,4 miliar, Panin Sekuritas Rp12,7 miliar, Lotus Andalan Sekuritas Rp11,3 miliar, dan UBS Sekuritas Rp11,3 miliar.

Dari sisi penjualan, BRI Danareksa Sekuritas mencatat nilai jual terbesar, yakni Rp33 miliar. Berikutnya, Mandiri Sekuritas membukukan penjualan Rp22,8 miliar, Stockbit Sekuritas Rp21,7 miliar, dan BCA Sekuritas Rp13,5 miliar.

Jika dihitung berdasarkan 15 broker yang tercantum dalam data, total nilai transaksi beli mencapai sekitar Rp119,07 miliar, sedangkan transaksi jual sebesar Rp118,93 miliar. Dengan demikian, terdapat net buy sekitar Rp143 juta.

Aktivitas broker tersebut terjadi sebelum Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi perdagangan saham JARR di pasar reguler dan pasar negosiasi. Suspensi dilakukan setelah harga saham JARR mengalami kenaikan signifikan.

Saham JARR diketahui ditutup menguat 8,8% menjadi Rp3.710 per saham pada perdagangan Kamis. Penguatan tersebut membuat saham JARR mencatat kenaikan 94,24% dalam sebulan dan 144,88% dalam tiga bulan.

Sementara itu, Price to Earnings Ratio (P/E) saham JARR yang disetahunkan saat ini berada di level 107,74 kali. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata sektor barang konsumen primer dan industri produk makanan pertanian yang masing-masing berada di 10,37 kali.

Mayoritas saham JARR saat ini dikuasai oleh H Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam melalui PT Eshan Agro Sentosa, dengan kepemilikan sebesar 86,64% saham.

Dari sisi fundamental, JARR mencatat perubahan kinerja sepanjang 2023–2025. Pada 2023, pendapatan perseroan mencapai level tertinggi selama periode tersebut, yakni hampir Rp4,4 triliun. Namun, laba bersih masih terbatas dengan return on equity (ROE) sekitar 5%.

Pada 2024, pendapatan JARR turun menjadi sekitar Rp3,8 triliun. Di tengah penurunan pendapatan tersebut, efisiensi operasional mendorong peningkatan laba bersih dan membuat ROE mencapai level tertinggi sekitar 15%.

Memasuki 2025, pendapatan JARR diproyeksikan kembali meningkat hingga sekitar Rp4,2 triliun. Laba bersih diperkirakan relatif stabil dibandingkan 2024, sementara ROE sedikit menurun menjadi sekitar 14%.

Reporter: Ibtihal