IHSG Berpotensi Fluktuatif, Investor Menanti Efek Suahasil

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali mengalami fluktuasi di tengah minimnya momentum dan kecenderungan investor untuk bersikap wait and see. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 15 September 2026 | 00:02:19 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali mengalami fluktuasi di tengah minimnya momentum dan kecenderungan investor untuk bersikap wait and see.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG sebelumnya sempat mengalami rebound sebelum melemah tipis 0,10% ke level 6.534,69 pada perdagangan Senin (14/9). Pergerakan tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.

Meski demikian, tekanan jual dari investor asing masih terlihat dominan. Analis BRI Danareksa mencatat net sell atau penjualan bersih investor asing sebesar Rp330 miliar di pasar reguler. Di sisi lain, saham-saham sektor keuangan tercatat menguat.

“Sentimen pasar selanjutnya akan tertuju pada langkah dan kebijakan awal Menteri Keuangan baru, khususnya terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara,” jelas analis BRI Danareksa dalam riset yang disampaikan pada Selasa (15/9), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain pergantian Menteri Keuangan, perhatian investor juga diperkirakan tertuju pada agenda FOMC yang berlangsung pada 16–17 September. Sebanyak 85% konsensus ekonom memperkirakan Fed Rate akan naik 25 basis poin.

Dari sisi teknikal, analis BRI Danareksa menilai IHSG telah membentuk pola Dragonfly Doji setelah sempat menguji level support 6.390 dan bertahan di atas MA20 6.545.

Pola tersebut dinilai menunjukkan peluang terjadinya technical rebound. Namun, momentum penguatan masih terbatas karena terdapat pembentukan bearish crossover pada MACD.

“IHSG berpeluang menguji kembali 6.585–6.605 sebagai resistance terdekat sekaligus area penutupan gap; sementara 6.390 menjadi support utama dan 6.220 sebagai support berikutnya,” imbuh analis BRI Danareksa, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan indeks saham Wall Street pada Senin akan menjadi sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.

Namun, pergantian Menteri Keuangan yang berasal dari kalangan teknokrat dinilai dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.465/6.395 dan resist 6.600/6.670,” imbuh analis CGS International dalam catatan yang disampaikan kepada investor, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal