Saham Turun, LPKR Resmi Hapus 20,7 Juta Saham Treasury

Ilustrasi Rapat pemegang saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui rencana pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan melalui penarikan saham treasury sebanyak 20,7 juta lembar. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 16 September 2026 | 00:04:09 WIB

JAKARTA - Rapat pemegang saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui rencana pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan melalui penarikan saham treasury sebanyak 20,7 juta lembar.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pekan lalu, pemegang saham turut menyetujui perubahan anggaran dasar sebagai dampak dari perubahan modal ditempatkan dan disetor tersebut.

Selain itu, para investor memberikan mandat kepada manajemen LPKR untuk mengumumkan penurunan modal kepada kreditur serta menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi yang berkaitan dengan aksi tersebut.

Rencana penghapusan saham treasury LPKR dilakukan karena harga saham perseroan tidak memenuhi kriteria pengalihan saham sebagaimana ketentuan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Harga saham LPKR telah terkoreksi lebih dari 25% sejak awal 2026 dan kini diperdagangkan di kisaran Rp60 per lembar. Level tersebut berada jauh di bawah rata-rata harga penutupan selama 90 hari terakhir yang tercatat Rp64 per lembar.

Setelah penghapusan saham treasury dilakukan, modal ditempatkan dan disetor LPKR akan berkurang menjadi Rp7,08 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas 70,87 miliar lembar saham.

James Riady dari Grup Lippo tetap menjadi pemegang saham pengendali LPKR dengan kepemilikan sebesar 20,25% melalui PT Inti Anugerah Pratama. Adapun kepemilikan publik tercatat sekitar 42,9% saham.

Reporter: Ibtihal