IHSG Turun 1,13 persen, Asing Jual Saham BMRI hingga Rp282,9 Miliar

Ilustrasi Investor asing kembali mencatatkan aksi jual terhadap sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (15/9/2026). (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 16 September 2026 | 00:05:58 WIB

JAKARTA - Investor asing kembali mencatatkan aksi jual terhadap sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Saham perbankan dengan kapitalisasi besar menjadi salah satu sasaran utama aksi jual asing, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net foreign sell terbesar.

Secara keseluruhan, investor asing membukukan penjualan bersih atau net foreign sell sebesar Rp349,3 miliar pada perdagangan tersebut. Nilai itu berasal dari transaksi beli asing sebesar Rp5,17 triliun, sedangkan transaksi jual mencapai Rp5,519 triliun.

Saham BMRI menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp282,9 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan net sell sebesar Rp99,9 miliar. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berada berikutnya dengan net sell sebesar Rp95,8 miliar.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut masuk dalam jajaran saham yang paling banyak dijual investor asing dengan nilai net sell Rp33,5 miliar.

Di tengah tekanan aksi jual tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,13% atau turun 73,54 poin ke level 6.461,15. Dengan penurunan tersebut, IHSG telah berada di zona merah selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar pada perdagangan Selasa (15/9/2026):

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp282,9 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp99,9 miliar
  3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp95,8 miliar
  4. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Rp48,7 miliar
  5. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp35,5 miliar
  6. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp33,5 miliar
  7. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) - Rp25,8 miliar
  8. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) - Rp23,9 miliar
  9. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) - Rp22,6 miliar
  10. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Rp21,9 miliar

Reporter: Ibtihal