Transaksi Saham OJK Malang Naik 62,96 Persen Jadi Rp7,2 Triliun
JAKARTA - Nilai transaksi saham di wilayah kerja OJK Malang mencapai Rp7,2 triliun pada Juli 2026. Nilai tersebut meningkat 62,96% yoy, sementara frekuensi transaksi saham mencapai 16,8 miliar dan volume transaksi saham sebesar 1,7 juta. Keduanya masing-masing meningkat 85,35% yoy dan 76,03% yoy.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan peningkatan nilai transaksi saham tersebut turut diikuti pertumbuhan rata-rata frekuensi dan volume transaksi saham. Menurutnya, jumlah investor pasar modal di wilayah kerja kantor OJK Malang juga terus mengalami peningkatan signifikan.
"Sedangkan jumlah investor pasar modal di wilayah kerja kantor OJK Malang terus menunjukkan peningkatan signifikan,” katanya dikutip Rabu (16/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut Farid, total single investor identification (SID) hingga 31 Juli 2026 mencapai 582.443 SID atau meningkat 78,49% yoy.
Pertumbuhan tertinggi berdasarkan jumlah SID tercatat pada SID S-INVEST yang mencapai 556.784 SID per 31 Juli 2026 atau tumbuh 80,91% yoy.
S-INVEST, kata dia, merupakan platform elektronik yang mendukung aktivitas penyelesaian transaksi reksa dana dan produk investasi lain yang tercatat dalam S-INVEST.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, M. Sri Wahyudi Suliswanto, menilai peningkatan nilai transaksi saham sebesar 62,96% yoy serta pertumbuhan jumlah investor sebesar 78,49% menunjukkan semakin kuatnya partisipasi masyarakat Malang dan sekitarnya di pasar modal.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bagi pendalaman pasar keuangan daerah.
"Namun, peningkatan jumlah investor perlu diikuti dengan penguatan literasi dan edukasi investasi, agar pertumbuhan partisipasi tidak hanya meningkatkan jumlah SID dan aktivitas transaksi, tetapi juga mendorong investasi yang sehat dan berkelanjutan," kata Wahyudi yang juga Dekan FEB UMM itu, sebagaimana dilansir dari berita sumber.