INSIDERINDONESIA.COM — Aparat TNI dan Polri mengejar kelompok bersenjata yang menembak mati Aris Sanda, sopir travel asal Toraja, di jalur Trans Wamena-Nduga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Korban sempat disandera dan dipaksa menyatakan dukungan untuk Papua Merdeka sebelum jenazahnya ditemukan hangus di dalam mobil yang terbakar.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M Wirya Arthadiguna menyatakan tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya. Penemuan itu menjadi titik awal penyelidikan kasus yang menewaskan Aris Sanda alias Tasya, warga Toraja, Sulawesi Selatan.
Menurut Wirya, korban dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan kelompok bersenjata OPM Kodap II Ndugama. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman.
Korban Dicegat dan Dipaksa Dukung Papua Merdeka
Pembunuhan berlangsung di jalur Trans Wamena-Nduga. Korban yang membawa penumpang dicegat di tengah jalan oleh pelaku.
"Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa menuju kawasan Danau Habema," kata Wirya.
Di kawasan itu korban diduga dibunuh. Sebelum tewas, Aris sempat disandera dan dipaksa menyampaikan dukungan untuk kemerdekaan Papua.
Dalam video yang beredar, korban tampak mengenakan jaket hitam dan celana pendek krem. Aris diminta memegang bendera bintang kejora lalu menyampaikan kata-kata terkait Papua.
Di sekelilingnya berdiri sejumlah anggota kelompok bersenjata di tengah jalan. Beberapa di antaranya memegang senjata api laras panjang hingga panah. Salah satu anggota terlihat menodongkan senjata ke arah kepala korban saat ia berbicara.
Jenazah Dievakuasi ke RSUD Wamena
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara menyatakan aparat tiba di lokasi penemuan mayat di sekitar Danau Habema pada Rabu (16/9) sekitar pukul 13.15 WIT. Mayat korban ditemukan dalam mobil miliknya yang sudah hangus terbakar.
"Jenazah korban dievakuasi dan dibawa menuju RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter," ungkap Anak Agung.
Jenazah tiba di RSUD Wamena sekitar pukul 15.25 WIT sore. Jasad korban diperiksa untuk mengetahui kondisi medis serta sebab dan mekanisme kematian.
Setelah pemeriksaan selesai dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, personel kembali ke Mako Polres Jayawijaya. Polisi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali.
Penyelidikan dan Pengejaran Pelaku
AKBP Anak Agung memastikan penyelidikan terus berlangsung. Pihaknya sementara melakukan pengejaran terhadap pelaku.
"Polres Jayawijaya terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terhadap peristiwa tersebut dengan mengamankan seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian," imbuhnya.
Prajurit TNI juga masih melakukan penyelidikan untuk mengejar para pelaku. TNI mengecam aksi kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal saat sedang bekerja.
"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman," papar Wirya.
Proses evakuasi jenazah berlangsung sembari mempertimbangkan keamanan di lokasi. Hingga kini belum ada keterangan resmi soal jumlah pelaku yang terlibat maupun perkembangan pengejaran di lapangan.