INSIDERINDONESIA.COM — SpaceX menyerap hampir seluruh dana IPO perusahaan teknologi berbasis modal ventura di Amerika Serikat tahun ini. Dari total sekitar USD 90 miliar yang dihimpun di pasar publik domestik, satu perusahaan itu menyumbang 83 persennya. Sementara sektor enterprise software yang lama jadi tulang punggung justru nyaris tidak muncul sama sekali.

Data Crunchbase menunjukkan perusahaan teknologi berbasis modal ventura AS telah mengumpulkan sekitar USD 90 miliar lewat penawaran umum domestik sepanjang tahun ini. Angka itu sudah menempati posisi tertinggi kedua sepanjang catatan, padahal tahun masih menyisakan beberapa bulan.

Namun hampir semua uang mengalir ke dua nama saja. SpaceX sendiri menyerap 83 persen dari total tersebut, sementara perusahaan infrastruktur AI Cerebras Systems mengambil 6 persen lagi.

Hanya 21 Perusahaan Lain yang Melantai

Sisanya jauh lebih kecil. Hanya 21 perusahaan teknologi berbasis modal ventura lain yang melantai di Nasdaq atau Bursa New York dengan ukuran signifikan sepanjang tahun ini. Gabungan penawaran mereka, termasuk IPO konvensional dan transaksi SPAC, tidak sampai USD 10 miliar.

Kelompok kecil itu menarik bukan cuma karena isinya, tapi juga karena apa yang tidak ada di dalamnya. Enterprise software, yang lama menjadi industri andalan di jajaran IPO berbasis modal ventura, praktis tidak hadir tahun ini.

Sebaliknya, sektor energi, pertahanan, dan teknologi antariksa justru terwakili dengan baik. Ada pula penawaran lebih kecil dari sektor lain, termasuk perangkat medis dan startup yang menyasar konsumen.

Energi Pimpin Jumlah IPO

Sekitar seperempat dari penawaran startup teknologi tahun ini berasal dari sektor energi. Yang terbesar datang dari penyedia energi panas bumi Fervo Energy.

Beberapa startup yang berfokus pada tenaga nuklir juga melakukan debut, termasuk X-energy dan Hadron Energy, pengembang reaktor nuklir modular kecil, serta Standard Nuclear yang menggarap bahan bakar nuklir canggih.

Kuantum, Pertahanan, dan Konsumen Ikut Meriahkan

Di luar energi, perusahaan komputasi kuantum Quantinuum menyumbang salah satu debut terbesar tahun ini. Platform penyewaan peralatan EquipmentShare juga tampil sebagai penawaran besar.

Teknologi pertahanan dan kedirgantaraan menunjukkan performa kuat lewat penawaran penyedia intelijen satelit HawkEye 360 dan pengembang wahana antariksa York Space Systems. Di sisi konsumen, platform sepeda listrik dan skuter Lime akhirnya masuk pasar, meski dengan valuasi di bawah puncak sebelumnya.

Mengapa SaaS Nyaris Tidak Muncul

Minimnya penawaran enterprise software tahun ini tidak sepenuhnya mengejutkan mengingat dampak AI terhadap sektor itu. Modal ventura kini mengalir deras ke generasi baru platform berbasis AI di bidang legal tech, akuntansi, dan segmen enterprise software lain.

Unicorn SaaS yang sudah ada pun bergerak cepat menambahkan lebih banyak AI ke produk mereka. Salah satu hasil akhirnya, cukup banyak unicorn SaaS dan mantan unicorn yang memutuskan tahun ini bukan waktu yang tepat untuk melantai.

Imbal Hasil Makin Terpusat di Segelintir Pemenang

Konsekuensi lain, imbal hasil investasi kini terlihat lebih terkonsentrasi dari sebelumnya. Menang besar atau tidak sama sekali memang bukan hal baru di dunia startup.

Imbal hasil ventura teknologi selalu ditopang segelintir kemenangan besar, sementara perusahaan portofolio lain menghasilkan rugi atau exit dengan keuntungan lebih kecil. Tapi belakangan, kecenderungan hampir seluruh hasil IPO jatuh ke satu pihak makin kentara.

Pipeline perusahaan teknologi yang sudah mengajukan IPO mendatang tidak memberi banyak harapan bahwa pola ini akan berubah. Debut raksasa potensial dari Anthropic dan OpenAI masih mendominasi pembicaraan IPO. Penawaran enterprise SaaS tidak.

Reporter: Redaksi