Rupiah Tertekan ke Rp 17.755 Tembus Pelemahan Terbesar Mata Uang Asia
JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Kamis (17/9/2026).
Mata uang rupiah mencatatkan pelemahan harian paling dalam di antara mata uang Asia lainnya dalam daftar Reuters, seiring menguatnya dolar AS pasca keputusan hawkish dari Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.07 GMT atau 09.07 WIB, posisi rupiah berada di level Rp17.755 per dolar AS, menyusut 0,45% jika dibandingkan posisi sebelumnya di tingkat Rp17.675 per dolar AS.
Tekanan yang dialami rupiah terhitung lebih berat daripada mata uang di kawasan Asia lainnya. Won Korea Selatan tercatat turun 0,37%, ringgit Malaysia melemah 0,35%, baht Thailand terdepresiasi 0,18%, serta peso Filipina terkikis 0,05%.
Di sisi lain, yen Jepang menguat 0,09% di hadapan dolar AS. Dolar Singapura melaju 0,09% dan dolar Taiwan menguat 0,06%. Yuan China cenderung stabil lewat penurunan tipis 0,01%, sedangkan rupee India tidak mengalami perubahan.
Pergerakan nilai tukar rupiah ini terjadi berbarengan dengan melesatnya dolar AS ke posisi tertinggi dalam rentang tujuh pekan.
Lonjakan mata uang AS tersebut didorong peningkatan imbal hasil Treasury AS tenor pendek usai The Fed memberi sinyal terkait masih terbuka lebarnya peluang kenaikan suku bunga lanjutan.
Secara akumulasi sepanjang tahun 2026, rupiah tercatat masih membukukan pelemahan saat dihadapkan dengan dolar AS.
Berdasarkan data Reuters, rupiah menempati level Rp16.670 per dolar AS pada penutupan tahun 2025. Dengan angka Rp17.755 saat ini, nilai rupiah telah terdepresiasi sekitar 6,11% sejak awal tahun.
Tingkat tekanan pada rupiah sepanjang tahun berjalan ini tergolong lebih tinggi dibandingkan dolar Singapura dan ringgit Malaysia yang masing-masing cuma melemah 0,67% dan 1%.
Meski begitu, beberapa mata uang di Asia ada yang mengalami pelemahan lebih berat. Rupee India terkikis 6,34%, peso Filipina melemah 6,30%, lalu baht Thailand terkoreksi sebesar 5,87%.
Sementara itu, won Korea Selatan berhasil menguat 4,24% sepanjang 2026, dan yuan China merangkak naik 4,13% terhadap dolar AS.
Berikut rincian data pergerakan sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS:
Yen Jepang: Kurs terbaru 156,130 | Perubahan harian +0,09% | Perubahan 2026 +0,33%
Dolar Singapura: Kurs terbaru 1,277 | Perubahan harian +0,09% | Perubahan 2026 +0,67%
Dolar Taiwan: Kurs terbaru 31,870 | Perubahan harian +0,06% | Perubahan 2026 -1,36%
Won Korea: Kurs terbaru 1.381,970 | Perubahan harian -0,37% | Perubahan 2026 +4,24%
Baht Thailand: Kurs terbaru 33,410 | Perubahan harian -0,18% | Perubahan 2026 -5,87%
Peso Filipina: Kurs terbaru 62,754 | Perubahan harian -0,05% | Perubahan 2026 -6,30%
Rupiah Indonesia: Kurs terbaru 17.755 | Perubahan harian -0,45% | Perubahan 2026 -6,11%
Rupee India: Kurs terbaru 95,955 | Perubahan harian 0,00% | Perubahan 2026 -6,34%
Ringgit Malaysia: Kurs terbaru 4,097 | Perubahan harian -0,35% | Perubahan 2026 -1,00%
Yuan China: Kurs terbaru 6,711 | Perubahan harian -0,01% | Perubahan 2026 +4,13%