INSIDERINDONESIA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 25,58 poin atau 0,40 persen ke level 6.462,43 pada perdagangan Kamis (17/9). Kenaikan ini menghentikan reli pelemahan yang berlangsung dalam lima hari perdagangan terakhir.
Penguatan IHSG sebesar 25,58 poin menjadi 6.462,43 tercatat pada penutupan perdagangan Kamis (17/9). Pergerakan itu memutus tren negatif yang sebelumnya menekan indeks.
Meski berbalik naik, IHSG masih menanggung penurunan 1,93 persen dalam lima hari perdagangan terakhir. Sejak awal tahun, indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini sudah melemah 25,26 persen.
Tekanan Lima Hari yang Baru Terhenti
Selama lima sesi sebelumnya, IHSG terus tertekan dan mencatat akumulasi penurunan 1,93 persen. Penguatan 0,40 persen pada Kamis menjadi sinyal pertama bahwa tekanan jual mulai mereda.
Angka tersebut memang belum cukup untuk menutup kerugian sepekan. Posisi indeks di 6.462,43 masih jauh dari level awal tahun, dengan koreksi year-to-date mencapai 25,26 persen.
Beban Koreksi Sejak Awal Tahun
Penurunan 25,26 persen sejak Januari menunjukkan pasar saham Indonesia masih bergulat dengan tekanan jual berkepanjangan. Level 6.462,43 menjadi titik terbaru dalam perjalanan indeks sepanjang tahun ini.
Investor mencermati apakah penguatan satu hari ini bisa berlanjut ke sesi berikutnya. Prediksi pergerakan IHSG menjelang akhir pekan menjadi perhatian pelaku pasar yang menanti arah lanjutan.
Pergerakan indeks dalam sepekan terakhir mencerminkan keraguan pasar terhadap sejumlah faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun penguatan Kamis memberi ruang bagi indeks untuk setidaknya menahan laju penurunan.
Yang Dicermati Pelaku Pasar
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada apakah IHSG mampu mempertahankan level 6.462,43 pada perdagangan berikutnya. Level ini menjadi acuan penting setelah lima hari berturut-turut tertekan.
Koreksi 25,26 persen sejak awal tahun membuat valuasi sejumlah saham berada di level yang menarik bagi sebagian investor. Meski begitu, arah indeks masih bergantung pada sentimen yang berkembang di pasar.
Penguatan 25,58 poin pada Kamis setidaknya menunjukkan bahwa tekanan jual tidak lagi searah. Bagi pelaku pasar, sesi akhir pekan menjadi ujian apakah pemulihan ini berlanjut atau hanya bersifat sementara.