INSIDERINDONESIA.COM — Kementerian Keuangan masih merampungkan proses pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) pada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh kepada pemerintah. Proses ini mencakup due diligence menyeluruh sebelum skema akhir ditetapkan. Sesuai kesepakatan, pengalihan saham tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sesuai kesepakatan, pengalihan saham tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Due Diligence Mencakup Lima Aspek
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani menyatakan proses pengalihan saham PSBI kepada pemerintah masih dalam tahap finalisasi. Due diligence yang berjalan mencakup pemutakhiran aspek fiskal, bisnis, finansial, hukum, hingga harga saham.
"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah masih dalam proses finalisasi. Skema telah ditetapkan dan dibahas secara detail. Sesuai kesepakatan, tidak libatkan APBN," ujar Evita dalam taklimat media APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026).
Kemenkeu juga terus berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan BP BUMN terkait proses tersebut.
Skema Tanpa APBN Jadi Kunci
Pernyataan Evita menegaskan bahwa pengalihan saham ini dirancang agar tidak membebani keuangan negara. Skema telah ditetapkan dan dibahas secara detail sebelum eksekusi.
Koordinasi lintas lembaga melibatkan Danantara sebagai pengelola investasi dan BP BUMN sebagai pengawas badan usaha milik negara. Keduanya berperan memastikan proses berjalan sesuai kerangka fiskal yang ditetapkan.
Dampak ke Proyek Kereta Cepat
Pengalihan saham PSBI pada KCIC menentukan struktur kepemilikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ke depan. PSBI selama ini menjadi kendaraan BUMN Indonesia dalam konsorsium KCIC bersama pihak China.
Perubahan komposisi saham berpotensi memengaruhi tata kelola operasional Whoosh. Namun, Kemenkeu belum mengungkap detail persentase maupun nilai transaksi yang disepakati.
Finalisasi pengalihan saham PSBI menjadi penentu arah kepemilikan negara pada proyek strategis kereta cepat. Tanpa beban APBN, skema ini diharapkan menjaga ruang fiskal tetap aman sambil memastikan keberlanjutan operasional Whoosh.