INSIDERINDONESIA.COM — Tiga produsen panel LCD asal China — BOE, TCL, dan HKC — mengirim pemberitahuan kenaikan harga kepada Samsung dan LG, dengan penyesuaian mulai berlaku sebelum akhir September hingga kuartal IV 2026. Kenaikan ini berpotensi mengerek harga jual TV kelas bawah, termasuk lini Samsung Crystal yang masih memakai panel LCD pada 2026. Pembeli TV budget perlu mencermati pergerakan harga dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah tersebut menandai babak baru dalam rantai pasok panel layar besar. Samsung dan LG kini berada di posisi menerima, bukan menawar.
Dominasi China di Pasar Panel LCD
BOE, TCL, dan HKC menguasai pasokan panel LCD ukuran besar. Sejumlah pengamat pasar menyebut sebagian lini produksi mereka bahkan tidak berjalan pada kapasitas penuh.
Meski bisa menambah output untuk menahan harga, para pemasok memilih tidak melakukannya. Alasannya sederhana: posisi mereka di pasar panel LCD ukuran besar sudah nyaris tanpa pesaing.
Kekhawatiran bahwa dominasi China atas rantai pasok LCD akan berujung pada kenaikan harga kini terbukti.
Mengapa Samsung Terdampak
Samsung menutup lini produksi panel LCD untuk TV pada 2022. Keputusan itu membuat perusahaan bergantung pada pemasok eksternal untuk kategori tersebut.
Ketergantungan ini sebenarnya tidak lagi besar. Mayoritas TV Samsung pada 2026 sudah memakai panel Neo QLED, OLED, atau Micro RGB.
Lini Crystal menjadi satu-satunya seri Samsung yang masih menggunakan LCD pada 2026. Seri inilah yang paling rentan terdampak kenaikan harga panel.
Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya
Kenaikan biaya panel tidak akan menyentuh segmen premium. TV kelas atas Samsung memakai teknologi layar lain yang tidak terkait pasokan LCD China.
Yang terpukul justru pasar TV murah. Jika pemasok China memaksa Samsung membayar lebih untuk panel LCD, biaya tambahan itu berpotensi diteruskan ke harga jual Crystal TV.
Pola serupa juga mengancam LG dan merek lain yang masih mengandalkan LCD untuk lini entry-level mereka.
Posisi Samsung di Rantai Pasok
Samsung Group punya keunggulan berupa infrastruktur manufaktur yang menopang berbagai komponen untuk produk elektronik konsumennya sendiri. Kontrol atas rantai pasok seperti itu bernilai besar.
Namun, ketika harus bergantung pada pemasok luar, posisi Samsung melemah. Kasus panel LCD ini memperlihatkan sisi rentan dari strategi tersebut.
Kabar baiknya, Samsung tidak lagi bergantung sepenuhnya pada LCD. Portofolio TV 2026 mereka didominasi panel generasi terbaru.
Yang Perlu Dicermati Pembeli TV
Bagi calon pembeli TV budget, waktu pembelian bisa memengaruhi harga. Kenaikan dari TCL dan HKC berlaku lebih dulu, disusul BOE pada kuartal IV 2026.
Jika rencana membeli TV LCD entry-level sudah matang, memantau harga dalam beberapa pekan ke depan masuk akal. Setelah penyesuaian harga berlaku, diskon besar untuk segmen ini kemungkinan lebih sulit didapat.
Untuk pembeli yang mengincar TV premium, dampak kenaikan ini jauh lebih kecil. Lini Neo QLED, OLED, dan Micro RGB tidak memakai panel LCD.