Haji Isam Siap Kuasai 10 Miliar Saham BYAN dari Low Tuck Kwong

Transaksi saham BYAN antara Low Tuck Kwong dan PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 18 September 2026 | 22:30:49 WIB

JAKARTA - Pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Dato’ Dr Low Tuck Kwong bersama putrinya, Elaine Low, berencana mengalihkan 10.000.000.500 saham perseroan kepada PT Jhonlin Baratama.

Jhonlin Baratama merupakan perusahaan yang berada di bawah Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Rencana pengalihan saham tersebut tercantum dalam perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional sale and purchase agreement yang ditandatangani pada Rabu (16/9/2026).

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pihak pembeli.

“Bapak Low Tuck Kwong dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa perseroan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Apabila transaksi telah selesai dan seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi, Jhonlin Baratama akan menjadi pemegang 10.000.000.500 saham biasa BYAN.

Namun, proses transaksi tersebut belum sepenuhnya rampung karena masih menggunakan perjanjian bersyarat.

Penyelesaian transaksi akan bergantung pada terpenuhinya sejumlah kondisi pendahuluan yang telah ditetapkan dalam perjanjian.

Bayan Resources tidak memaparkan secara rinci persyaratan yang harus dipenuhi Jhonlin Baratama sebelum transaksi dapat diselesaikan.

“Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, pembeli akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa perseroan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bayan Pastikan Operasional Tak Terganggu

Bayan Resources memastikan rencana pengalihan kepemilikan saham tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha perseroan.

Perseroan juga menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.

Bayan Resources memastikan tidak terdapat dampak material negatif terhadap aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Saham BYAN Naik 1,54 Persen

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BYAN ditutup naik 175 poin atau 1,54 persen ke level Rp 11.525 per saham pada perdagangan Kamis (17/9/2026).

Sepanjang perdagangan, saham BYAN bergerak pada rentang Rp 11.200 hingga Rp 11.800.

Volume transaksi saham mencapai sekitar 29.080 lot. Nilai transaksi tercatat Rp 33,54 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3.560 kali.

Nilai rata-rata transaksi tercatat sekitar Rp 11.532 per saham.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Reporter: Ibtihal